A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Siapa yang baru saja menonton film Oppenheimer 2023 yang disutradarai oleh Christopher Nolan dan dibintangi oleh Cillian Murphy? Film ini adalah sebuah biopik yang mengisahkan kehidupan dan karya Robert Oppenheimer, ilmuwan fisika yang dikenal sebagai “bapak bom atom”. Film ini sangat menarik dan mengagumkan, karena menampilkan sisi-sisi gelap dan kompleks dari tokoh yang berperan penting dalam sejarah dunia.

Film ini dimulai dengan adegan Oppenheimer (Murphy) yang sedang mengajar di Universitas California, Berkeley pada tahun 1939. Dia adalah seorang profesor yang brilian dan karismatik, tetapi juga memiliki masalah pribadi seperti depresi dan hubungan rumit dengan istrinya, Kitty (Rebecca Hall). Suatu hari, dia mendapat surat dari Albert Einstein (Mark Rylance) yang memperingatkannya tentang potensi bom atom yang bisa dibuat oleh Nazi Jerman. Oppenheimer kemudian bergabung dengan Proyek Manhattan, sebuah proyek rahasia yang bertujuan untuk mengembangkan senjata nuklir pertama di dunia.

Film ini mengikuti perkembangan proyek tersebut, dari eksperimen-eksperimen awal di Los Alamos hingga uji coba bom Trinity di New Mexico. Film ini juga menunjukkan konflik-konflik yang dialami oleh Oppenheimer, baik secara profesional maupun personal. Dia harus berhadapan dengan tekanan politik, etika, moral, dan loyalitas, serta ancaman dari mata-mata Soviet yang mengintai proyeknya. Dia juga harus menghadapi krisis identitas sebagai seorang ilmuwan yang bertanggung jawab atas penciptaan senjata pemusnah massal.

Film ini berakhir dengan adegan Oppenheimer yang menyaksikan ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. Dia merasa terkejut dan bersalah atas dampak yang ditimbulkan oleh karyanya. Dia mengutip Bhagavad Gita, kitab suci Hindu, yang berbunyi “Sekarang aku menjadi kematian, penghancur dunia”. Film ini menutup dengan adegan Oppenheimer yang diperiksa oleh komite keamanan nasional pada tahun 1954, karena dicurigai sebagai simpatisan komunis. Dia dituduh sebagai pengkhianat dan dicopot dari jabatannya sebagai penasihat ilmiah pemerintah.

Film ini sangat mengesankan dan memukau, karena mampu menggambarkan secara detail dan dramatis perjalanan hidup Oppenheimer. Nolan berhasil menciptakan suasana tegang dan emosional yang sesuai dengan tema filmnya. Murphy juga berakting dengan sangat baik sebagai Oppenheimer, menunjukkan ekspresi-ekspresi yang bervariasi dan mendalam. Film ini juga didukung oleh sinematografi yang indah, musik yang epik, dan efek visual yang realistis.

Saya sangat merekomendasikan film ini bagi Anda yang suka film-film sejarah, biografi, atau thriller. Film ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga pelajaran tentang sains, politik, dan kemanusiaan. Film ini adalah salah satu film terbaik tahun ini, dan layak mendapat banyak penghargaan.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca