A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Cacar air adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Penyakit ini ditandai dengan munculnya ruam berisi cairan di kulit yang gatal dan menyebabkan demam. Cacar air biasanya menyerang anak-anak, tetapi orang dewasa juga bisa terinfeksi jika belum pernah mengalaminya sebelumnya atau belum mendapatkan vaksin.

Cacar air dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, ibu hamil, bayi baru lahir, atau orang yang menderita penyakit kronis. Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain infeksi bakteri pada kulit, radang paru-paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), atau sindrom Reye (gangguan yang mempengaruhi hati dan otak).

Untuk mencegah cacar air, vaksinasi adalah cara yang paling efektif. Vaksin cacar air dapat diberikan kepada anak-anak usia 12-15 bulan dan diulang pada usia 4-6 tahun. Vaksin ini juga dapat diberikan kepada orang dewasa yang belum pernah terinfeksi atau belum mendapatkan vaksin sebelumnya. Vaksin cacar air dapat melindungi sekitar 90% orang dari terkena penyakit ini.

Jika sudah terinfeksi cacar air, pengobatan yang diberikan bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Obat-obatan yang dapat digunakan antara lain obat penurun demam, obat antihistamin untuk mengurangi gatal, atau obat antivirus untuk menghambat perkembangan virus. Selain itu, perawatan kulit yang baik juga penting untuk mencegah infeksi sekunder. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  • Menjaga kebersihan kulit dengan mandi air hangat dan menggunakan sabun lembut.
  • Menghindari menggaruk atau memecahkan gelembung ruam karena dapat meningkatkan risiko infeksi dan bekas luka.
  • Menggunakan krim atau salep khusus untuk mengeringkan ruam dan mengurangi gatal.
  • Menggunakan pakaian longgar dan berbahan katun untuk mengurangi iritasi kulit.
  • Menjaga jarak dengan orang lain selama masa penularan, yaitu sejak dua hari sebelum ruam muncul hingga semua ruam mengering dan membentuk keropeng.

Cacar air adalah penyakit yang umum dan biasanya tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan masalah kesehatan serius pada beberapa kelompok orang. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pencegahan dengan vaksinasi dan menjaga kesehatan diri dan lingkungan jika terinfeksi. Jika Anda memiliki pertanyaan atau keluhan tentang cacar air, segera hubungi dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca