A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Menjelang empat dasawarsa kehidupan, hal-hal terkait kesehatan wajib diperhatikan. Tubuh tidak lagi berfungsi seperti dekade-dekade sebelumnya, dan penurunan fungsi tubuh jelas mulai terlihat.

Photo by Allan Carvalho on Pexels.com

Menjaga kesehatan di usia 40 tahun ke atas adalah hal yang penting, karena pada usia ini tubuh mengalami banyak perubahan dan risiko penyakit meningkat. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk hidup sehat dan bugar di usia 40 tahun ke atas, antara lain:

Waspada terhadap perubahan fungsi penglihatan. Di usia 40 tahun, penglihatan bisa mulai memburuk. Anda perlu rutin melakukan pemeriksaan mata ke dokter mata dan mengurangi paparan sinar matahari dan alat elektronik.

Pemeriksaan mata adalah proses untuk mengevaluasi kesehatan dan fungsi penglihatan Anda. Pemeriksaan mata yang diperlukan oleh mereka yang berusia 40 tahun adalah sebagai berikut:

Pemeriksaan refraksi, yaitu tes untuk menentukan kebutuhan kacamata atau lensa kontak Anda. Pada usia 40 tahun, Anda mungkin mengalami presbyopia, yaitu penurunan kemampuan mata untuk fokus pada jarak dekat.

  • Pemeriksaan lapangan visual, yaitu tes untuk mengukur seberapa luas Anda dapat melihat ke segala arah. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi gangguan seperti glaukoma, stroke, tumor otak, atau retinitis pigmentosa.
  • Pemeriksaan tonometri, yaitu tes untuk mengukur tekanan di dalam mata Anda. Tekanan mata yang tinggi dapat menyebabkan glaukoma, yaitu kerusakan saraf optik yang dapat menyebabkan kebutaan.
  • Pemeriksaan fundus, yaitu tes untuk melihat bagian dalam mata Anda, termasuk retina, saraf optik, pembuluh darah, dan makula. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi gangguan seperti katarak, degenerasi makula, retinopati diabetik, atau infeksi mata.

Menurut American Academy of Ophthalmology, orang dewasa dengan kondisi mata yang sehat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin sebagai berikut:

  • Usia 20–39 tahun: tiap 5–10 tahun sekali
  • Usia 40–54 tahun: tiap 2–4 tahun sekali
  • Usia 55–64 tahun: tiap 1–3 tahun sekali
  • Usia 65 tahun ke atas: tiap 1–2 tahun sekali

Jika Anda memiliki faktor risiko atau gejala gangguan mata, Anda mungkin perlu melakukan pemeriksaan mata lebih sering. Beberapa faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan mata Anda adalah:

  • Riwayat keluarga dengan gangguan mata
  • Penggunaan kacamata atau lensa kontak
  • Penyakit sistemik seperti diabetes atau hipertensi
  • Pekerjaan atau hobi yang menuntut penglihatan yang baik
  • Paparan sinar UV atau radiasi

Untuk melakukan pemeriksaan mata, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mata atau optometris.

Cari tahu berapa “angka” Anda. Seiring dengan pertambahan usia, proses metabolisme tubuh akan semakin melambat. Anda perlu mengetahui berapa kadar kolesterol, tekanan darah, gula darah, dan berat badan Anda, dan menjaganya agar tetap normal.

Kadar kolesterol, tekanan darah, kadar gula darah, dan berat badan yang baik bagi mereka yang berusia 40 tahun adalah sebagai berikut:

  • Kadar kolesterol total: kurang dari 200 mg/dL
  • Kadar kolesterol LDL (jahat): kurang dari 100 mg/dL
  • Kadar kolesterol HDL (baik): lebih dari 40 mg/dL
  • Tekanan darah: kurang dari 120/80 mmHg4
  • Kadar gula darah puasa: 70–100 mg/dL
  • Kadar gula darah 2 jam setelah makan: kurang dari 140 mg/dL
  • Kadar gula darah sewaktu: kurang dari 200 mg/dL
  • Berat badan: sesuai dengan indeks massa tubuh (IMT) normal, yaitu 18,5–24,9 kg/m2

Untuk menjaga kadar kolesterol, tekanan darah, kadar gula darah, dan berat badan yang baik, Anda perlu melakukan hal-hal berikut:

  • Mengonsumsi makanan sehat yang rendah lemak, gula, dan garam, serta kaya serat, vitamin, dan mineral
  • Berolahraga secara teratur selama 30 menit sehari, minimal 5 hari dalam seminggu
  • Menghindari rokok, alkohol, dan narkoba
  • Mengelola stres dengan baik, misalnya dengan meditasi, hobi, atau konseling
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk memantau kadar kolesterol, tekanan darah, kadar gula darah, dan berat badan Anda

Jika Anda memiliki faktor risiko atau gejala gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kadar kolesterol, tekanan darah, kadar gula darah, atau berat badan, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Tingkatkan massa otot. Memasuki usia 40 tahun, tubuh juga akan mulai kehilangan massa otot. Anda perlu melakukan olahraga teratur yang tidak membebani lutut, seperti bersepeda, berenang, atau yoga. Olahraga juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung, tulang, dan sendi.

Jaga pola makan. Pola makan sehat usia 40 tahun ke atas harus mengandung banyak sayur, buah, biji-bijian, protein tanpa lemak, dan kalsium. Hindari makanan yang tinggi lemak, gula, dan garam. Anda juga perlu memperhatikan asupan vitamin D, zat besi, dan nutrisi lainnya yang mungkin kurang.

Periksakan kondisi tiroid. Tiroid adalah kelenjar yang mengatur metabolisme tubuh. Gangguan tiroid dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti kelelahan, perubahan berat badan, depresi, dan gangguan menstruasi. Anda perlu melakukan tes darah untuk mengetahui kadar hormon tiroid Anda.

Jaga kesehatan mental. Usia 40 tahun ke atas juga bisa menjadi masa yang penuh stres, baik karena pekerjaan, keluarga, maupun perubahan hormon. Anda perlu mencari cara untuk mengelola stres, seperti meditasi, hobi, atau konseling. Anda juga perlu menjaga hubungan sosial yang positif dengan keluarga, teman, atau komunitas.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda. Selamat menjalani hidup sehat dan bugar di usia 40 tahun ke atas! 😊

Artikel Baru Terbit

  • Indah di Mata, Perlu Ditimbang di Ruang Rawat: Bunga, Tanaman, dan Hiasan Dinding dalam Kacamata Pencegahan Infeksi
    Bunga segar, tanaman pot, bingkai, dan relief dinding mempercantik suasana ruang rawat, tetapi dapat menjadi reservoir mikroba, terutama bagi pasien dengan imunitas sangat rendah. Artikel ini menimbang bukti ilmiah terbaru, pedoman CDC, dan konteks Indonesia, lalu menawarkan kerangka zonasi yang praktis agar keindahan ruang dan keselamatan pasien dapat berjalan beriringan.
  • Virus untuk Melawan Kanker: Menimbang Kisah Virolog yang Menjadi Pasien Sekaligus Peneliti
    Seorang virolog Kroasia menyuntikkan virus campak dan virus stomatitis vesikular ke tumor payudaranya sendiri, lalu tumor menyusut dan dapat dioperasi. Kisah ini memicu perdebatan etika dan harapan baru bagi terapi virus onkolitik. Artikel ini menimbang bukti, keterbatasan, dan pelajarannya bagi Indonesia. Ini bukan anjuran mencoba sendiri, melainkan bahan refleksi klinis.
  • Ketika Kelamin Bayi Tak Sesuai “Buku Panduan”: Mengenal Differences in Sex Development
    DSD adalah kondisi kongenital ketika kromosom, gonad, dan anatomi seks seseorang tidak berkembang selaras—bukan gangguan orientasi seksual. Artikel ini mengulas klasifikasi, diagnosis, tata laksana multidisiplin, serta konteks Indonesia: keterbatasan data epidemiologi, stigma sosial, dan jalur hukum penetapan status kelamin lewat pengadilan sesuai UU Adminduk.
  • Ketika Diabetes Mengancam Penglihatan: Mengenal Retinopati Diabetik
    Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.
  • Ketika Diabetes Menjadi Kegawatdaruratan: Mengenal Ketoasidosis Diabetik
    Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca