A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Hingga awal tahun 2024 ini saya belum bisa membuat bekerja dengan Microsoft 365 menjadi nyaman di Linux. Meski pun memanfaatkan Microsoft Edge dari repositori stabil, selalu ada yang tidak bisa dilakukan untuk menampilkan atau bekerja dengan sistem ini dengan baik.

Chrome selalu memiliki bug di sistem yang berjalan dengan Wayland. Meski pun saya tahu bahwa ini akan berubah dalam beberapa waktu ke depan, tapi tetap saja, bug sering muncul di saat-saat yang tidak dapat diduga.

Kadang bisa tampil dengan baik, kadang antarmuka seperti tebak menebak.

Saya sendiri tidak memiliki masalah dengan sistem operasi ini. Saya menggunakan openSUSE Tumbleweed sudah beberapa tahun tanpa perlu memasang ulang kembali sistem ini. Sistemnya cukup stabil dan bekerja dengan baik serta lebih responsif dibandingkan Windows 11 yang juga tertanam pada PC yang sama menggunakan dual-boot.

Alternatifnya adalah menggunakan perangkat lunak lain, seperti OnlyOffice.

Atau menggunakan TextMaker dari FreeOffice.

Atau dengan LibreOffice Writer

Dari ketiga alternatif tersebut. Saya masih lebih suka OnlyOffice. Hanya saja kebiasaan bekerja dengan Microsoft 365 agak sulit dihilangkan. Ada banyak sistem asistensi menulis yang tersedia pada Word cs yang tidak bisa ditemukan pada alternatif lainnya.

Hal yang sama membuat saya tidak memilih menggunakan Mac OS atau Linux untuk menulis, dan tetap di Windows. Sementara untuk kebutuhan lain, menggunakan Linux tetap senyaman pada Windows.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

6 tanggapan

  1. Avatar agung
    agung

    Halo mas Cahya, apa kabar? masih rajin ngeblog sepertinya

    Produk MS Office di windows memang nyaman sekali 😀

    Saya memakai WPS di Linux cukup untuk membuat atau edit dokumen spreadsheet

    1. Avatar Cahya

      Amin, kabar baik Mas. Karena sekarang sudah purna kerja di Puskesmas, jadi ada waktu luang untuk menulis.

      I’ll try WPS sometime later, tapi entah kapan.

  2. Avatar zayanrohanda

    Pake xwayland, sementara wayland belum stabil. Kalo office saya pake Office 2007 dengan Wine.

    1. Avatar Cahya

      Wayland enak, yang ndak enak si Chrome (⁠´⁠ ⁠.⁠ ⁠.̫⁠ ⁠.⁠ ⁠`⁠) – Office 2007 tidak support fitur 365 sama Add-in office. Tapi sepertinya produk office Microsoft yang cukup stabil di Wine cuma itu.

  3. Avatar Tikno

    Bagaimana dengan WPS Office for Linux ?

    1. Avatar Cahya

      Saya malah biasanya pakai WPS di Windows pada PC atau laptop kantor yang tidak terkelola. Sementara oke saja, apalagi ada PDF editornya. Kalau WPS di Windows dan Linux sama, seperti Oke.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca