A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Mencari alternatif WhatsApp yang lebih bebas digunakan? Mungkin Jami adalah jawabannya. Jami adalah sebuah perangkat lunak komunikasi yang menawarkan fitur-fitur menarik bagi penggunanya. Jami adalah produk dari proyek GNU yang didukung oleh Free Software Foundation dan berlisensi GNU GPLv3 atau lebih tinggi. Jami sepenuhnya peer-to-peer dan tidak memerlukan server untuk meneruskan data antara pengguna. Jami juga menggunakan enkripsi end-to-end dengan perfect forward secrecy untuk semua komunikasi dan mematuhi standar X.509.

Keunggulan Jami antara lain:

  • Gratis dan bebas. Jami tidak membatasi ukuran file, kecepatan, bandwidth, fitur, jumlah akun, penyimpanan, atau hal lainnya. Jami juga tidak akan pernah menampilkan iklan pada pengguna.
  • Tersedia di berbagai platform. Jami dapat digunakan di Linux, Android, AndroidTV, Windows, macOS, dan iOS. Beberapa perangkat dapat dihubungkan ke satu akun Jami, dan tidak ada informasi pribadi yang diperlukan untuk membuat akun.
  • Cepat dan stabil. Latensi dikurangi dan kecepatan transfer ditingkatkan berkat koneksi peer-to-peer langsung. Pengguna yang berada di jaringan lokal yang sama dapat berkomunikasi dengan Jami bahkan jika mereka terputus dari internet.
  • Misi yang mulia. Misi Jami adalah menyediakan semua manusia dengan perangkat lunak komunikasi yang gratis, aman, dan menghormati privasi dan nilai-nilai mereka. Donasi pengguna akan membantu misi ini dengan memungkinkan proyek ini untuk berkembang, maju, dan mencapai lebih banyak orang setiap hari.

Jami adalah pilihan yang tepat bagi siapa saja yang mencari perangkat lunak komunikasi yang gratis, terenkripsi, dan privat. Jami menjamin keamanan, kenyamanan, dan kebebasan pengguna dalam berkomunikasi dengan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Jami adalah perangkat lunak komunikasi masa depan.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Rumah Baru, Wajah Baru
    Legawa.com baru saja melakukan pembaruan identitas visual dengan logo baru yang sederhana, menggambarkan matahari di atas awan. Simbol ini merepresentasikan perjalanan penulis dan esai yang dihasilkan. Desain yang bersih dan konsisten diharapkan dapat menjadikan blog ini lebih tenang dan jujur, tanpa elemen yang bersaing.
  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. Avatar q.thrynx

    Harus diakui bahwa mengajak orang pindah platform itu bukan hal yang mudah. 🤭

    1. Avatar Cahya

      Lebih sulit dibandingkan ngajak ganti pilihan di pilpres (✿◕‿◕✿)

  2. Avatar Rini Indah

    Ini aplikasi lokal atau gimana mba? Di Indo sudah ada yg pake kah? Aku baru denger ttg Jami ini.

    1. Avatar Cahya

      Aplikasi ini dikembangkan oleh yayasan GNU secara global, jadi bukan dikembangkan secara lokal di Indonesia. Sudah ada yang pakai tapi tidak banyak, seperti Signal, belum banyak pemakai-nya. Di Indonesia masih dominan menggunakan WhatsApp dan Telegram.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca