Kemarin pagi kami pergi mengantar orang tua berobat di Solo hingga larut petang. Sampai di rumah, salah satu kucing kami yang bernama Oscar ternyata tidak di rumah. Padahal kucing ini paling hobi jaga rumah.
Oscar adalah seekor kucing jantan usia 2,5 tahun dari jenis Persian Mixdom dengan warna bulu oranye / kuning jenis panjang (riwuk) dan motif Marble.
Karena sudah disteril, Oscar tidak lagi mengalami birahi dan lebih banyak tidur di rumah dari pagi hingga sore. Malam biasanya masuk kandang, dan kadang main ke sekitar rumah sebentar sebelumnya saat petang.
Oscar termasuk kucing yang ramah, dia tidak takut dengan orang asing, malah bisa nempel. Karena itu dia salah satu favorit tamu yang suka kucing. Dia mudah mendekat jika dipanggil namanya.
Tapi dari semalam, Oscar tidak pulang. Dan saya sudah berusaha mencari ke sekitar RT tapi tidak ketemu. Kami khawatir kalau dia diambil orang.
Oscar kucing yang sehat, dia selalu makan dry food dan wetdood, serta sudah mendapatkan vaksin F3/F4. Sehingga kecil kemungkinannya sakit dan tidak pulang.
Oscar terakhir terlihat dalam rekaman CCTV kemarin pagi, Rabu, 2 Oktober 2024 di dekat rumah di Candi Baru, Plumbungan, Karangmalang, Sragen.
Bagi ada yang melihat Oscar, baik di sekitar lokasi hilang atau di berita kucing hilang di jejaring sosial, mohon membantu menghubungi kami melalui kolom komentar di bawah atau salah satu opsi di https://linktr.ee/haridiva.
P.S: Yang menemukan mungkin sulit memberikan makan, karena Oscar biasanya makan Royal Canin Digestive.
Update:
Oscar sudah di-rescue sama bapak-bapak di RT. Kekunci di halaman belakang rumah kosong. Terima kasih pada semua yang sudah membantu Oscar. 😇🐈🙏🎉
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan