Menambahkan Fonta pada openSUSE

Selamat tahun baru semuanya, semoga tahun ini memberikan lebih banyak hal baik bagi kita semua. Saya rasa, saya sudah pernah membahas ini sebelumnya. Tapi kali ini kita coba ulas lagi. Salah satu hal yang katanya tidak menarik pada openSUSE karena fonta yang digunakan tidak menarik; mungkin memang demikian adanya. Tapi dari sisi produktivitas, sebenarnya setiapLanjutkan membaca “Menambahkan Fonta pada openSUSE”

Memasang Peramban Opera 26 pada openSUSE

Belum beberapa lama sejak Opera Stabil versi 26 untuk Linux telah dirilis, hanya saja berka rilis resmi yang tersedia adalah versi berkas paket DEB; sedangkan basis RPM tidak tersedia, sehingga menimbulkan “kesulitan tambahan” bagi pengguna distribusi yang memanfaatkan basis RPM seperti openSUSE, Fedora, Mageia dan lainnya. Sebenarnya cukup mengubah dari berkas paket DEB ke RPMLanjutkan membaca “Memasang Peramban Opera 26 pada openSUSE”

Memasang Conky Manager pada openSUSE

Mari kita buat ini menjadi singkat; Conky Manager adalah salah satu aplikasi populer di kalangan pengguna Linux yang gemar mengolah apa yang disebut “desktop art” dengan menambahkan conky ke dalam desktop sehingga tampak menjadi cantik. Hanya saja, conky asalinya seperti sebuah bijih besi, jika tidak diolah dengan baik, maka tidak akan menampilkan keindahan yang diharapkan.Lanjutkan membaca “Memasang Conky Manager pada openSUSE”

Tips Masalah Wifi pada openSUSE Fresh Install

Pengguna Linux pemula yang baru pertama kali memasang (fresh install) distribusi Linux openSUSE kadang menemukan mereka tidak dapat terkoneksi ke Internet, baik menggunakan jaringan nirkabel (wireless LAN, wifi), modem, ataupun kabel LAN. Kali ini saya menulis sedikit tips berdasarkan pengalaman saya pada jaringan wifi.

Mencoba Desktop MATE pada openSUSE 13.2

Kali ini saya mencoba mencicipi desktop MATE pada openSUSE 13.2 Harlequin. Bisa dikatakan MATE adalah satu-satunya yang masih memiliki cita rasa kental GNOME 2 pada openSUSE lawas. Hanya saja, saya memang tidak mengikuti perkembangan MATE sejak dulu. Namun ketika membaca tentang memasang MATE pada openSUSE 13.2 via ICEWM, maka saya mencoba memasangnya dari desktop XfceLanjutkan membaca “Mencoba Desktop MATE pada openSUSE 13.2”

Memasang openSUSE pada Komputer Berspesifikasi Rendah

Masih ingat ketika saya membahas tentang bagaimana LXLE bisa digunakan di komuter lawas? Komputer Pentium IV dengan 2,4 GHz dan SDRAM 128+256 MB tersebut saya coba pasang dengan menggunakan openSUSE 13.2 yang baru dirilis beberapa waktu yang lalu. Berbeda dengan LXLE yang menggunakan basis keluaran distribusi lawas untuk versi 32-bit mereka, openSUSE 13.2 Harlequin menggunakanLanjutkan membaca “Memasang openSUSE pada Komputer Berspesifikasi Rendah”

Corebird – Klien Twitter yang Lainnya

Sejak penggunaan ponsel cerdas, saya jarang sekali mengakses Twitter melalui klien (desktop client) di komputer. Namun kadang saya memang ingin jauh dari yang namanya telepon genggam, sehingga ingin melirik sejumlah klien twitter kembali yang bisa digunakan untuk Linux. Ada beberapa yang menarik, termasuk yang bisa dipasangkan melalui Pidgin dengan plugin-nya. Tapi saya tertarik pada yangLanjutkan membaca “Corebird – Klien Twitter yang Lainnya”

Selamat Datang openSUSE 13.2

Petang ini, lini masa saya dipenuhi oleh pelbagai warna hijau toska dan muda. Sepertinya Slyterin sedang memenangkan house cup dalam serial Harry Potter. Tapi ini bukan tentang itu, para pengguna sedang menyambut kedatangan Green Geeko terbaru, openSUSE 13.2. Anda pengguna Linux pasti tidak akan pernah melewatkan nama salah satu distribusi yang memiliki sejarah panjang ini,Lanjutkan membaca “Selamat Datang openSUSE 13.2”

Memasang Ms Office 2010 pada Linux

Meskipun LibreOffice memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan Microsoft Office, namun selalu ada yang menghendaki produk yang asalinya berjalan di Microsoft Windows ini juga berjalan pada Linux. Saya mencoba melihat bagaimana Microsoft Office dapat berjalan pada Linux, dan membaginya melalui tulisan ini. Yang saya gunakan kali ini adalah LXLE 14.04 yang berbasis Ubuntu dengan sistem 64-bit,Lanjutkan membaca “Memasang Ms Office 2010 pada Linux”

Skype 4.3 untuk Linux

Perkembangan Skype untuk Linux memang lambat, tapi bukan berarti tidak ada. Baru saja seri baru dirilis, yaitu Skype 4.3 untuk Linux, dan saya mencobanya pada dekstop openSUSE KDE 64-bit, kelihatannya cukup bagus. Hanya saja, untuk Skype 4.3 memang masih belum saya lihat versi barunya yang mendukung 64-bit, karena saat saya memilih untuk distrubusi openSUSE hanyaLanjutkan membaca “Skype 4.3 untuk Linux”