Saat ini dunia blog dikenal sebagai salah media publikasi yang bisa diakses hampir semua orang dengan bebas. Isinya bermacam-macam, dan terkadang berjalan-jalan mengunjungi beberapa blog membuat saya merasa antusias.
Saya banyak sekali menjumpai sahabat baru dalam blogsphere atau dunia blog. Mereka menulis berbagai hal sesuai dengan profesi atau hobi, atau sekadar mengungkapkan curahan hati. Namun dari semenjak dulu, ada hal yang banyak mengusik mereka yang berkecimpung di dunia blog. Yaitu “pembajakan” tulisan mereka.
Mengapa “pembajakan”, kan tidak dilindungi dengan undang-undang? Yah…, kalau begitu sebut saja plagiat. Yaitu mengopi isi blog seseorang sama persis ke dalam blognya dengan tanpa seizin si penulis asli, itulah yang dilakukan oleh seorang plagiat.
Saya biasanya tidak ambil pusing dengan urusan plagiat, namun membiarkannya begitu saja tentu akan membukakan pintu bagi aktivitas semacam itu. Di mana kreativitas anak negeri ini akan bisa berkembang, he he, semuanya mau dengan gratis, padahal tulisan asli pun disediakan dengan gratis. Biasanya saya hanya menegur mereka yang memiliki tulisan sama dengan tulisan orang lain yang kenal, atau tulisan saya sendiri.
Semisal bahwa bulan lalu saya membuat tulisan tentang “Apa sih antivirus terbaik?” sebagai sarana menumpahkan beberapa unek-unek saya. Nah beberapa waktu kemudian di dunia maya, saya menemukan sebuah blog yang isinya adalah tulisan saya, bahkan multimedianya pun saya persih.
Lalu bandingkan dengan yang ditulis di blog MASIV STAR di hXXp://masivstar.blogspot.com/2009/09/apa-sih-antivirus-terbaik.html sesuai gambar di bawah (gantilah hXXp dengan http untuk menemukan alamat blog tersebut):
Bagaimana, apa kalian menemukan kesamaan? Silakan kunjungi blog-nya untuk menilai.
Saya tidak pernah keberatan untuk berbagai, bahkan silakan taruh tulisan saya di blog anda, asal ingat, ada aturan mainnya. Di kolom sebelah saya telah tulis:
Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.
Keputusan Menteri Kesehatan 294/2026 mengatur syarat rekomendasi untuk membuka program studi kesehatan baru, mencakup kajian kesesuaian dengan kebutuhan tenaga kesehatan, kerja sama dengan fasilitas terakreditasi, dan penjaminan mutu. Tujuan utama adalah menyeimbangkan jumlah lulusan dengan kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan pemerataan tenaga medis.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Mas Cahya, cara sederhana untuk menampilkan ulang/tayang ulang artikel yang dianggap bermanfaat, apakah cukup dengan membuat tautan ? atau lebih selain dengan tautan pada artikel juga dibuat catatan kecil/kaki bahwa artikel ini saduran/terjemahan/jiplakan dar blog bla…bla….Saya pernah juga menemukan artikel saya dijipak seperti itu, padahal saya mengambil dari blog lain yang tentu saja saya sertakan tautannya.
Mas Aldy,Jika menurut saya lho, ya sama saja seperti Mas Aldy, tinggal tayangkan ulang dan tambahkan post script sumbernya.Tapi pengutipan itu sendiri sebenarnya – sepemahaman saya – mengikuti lisensi yang ditetapkan oleh si pemegang hak cipta. Kalau lisensinya Copyrighted Restricted, ya berarti sama sekali tidak boleh ditayang ulang, kalau dengan Creative Commons – ya dilihat kembali atribusinya, jika lisensinya Copyleft (lawan copyright) ya monggo saja disebarluaskan tanpa perlu izin atau apa pun juga.Sebenarnya jika ingin mengutip kembali, pasti kita punya alasan khusus mengapa, kadang dengan opini tambahan kita sendiri. Ada baiknya menyisipkan semua yang personal dan menampilkan apa yang kita “tayang ulang” sebagai kutipan baik utuh atau pun parsial dengan pranala balik.Hal ini juga bisa menghindari pinalti duplicate content dari mesin pencari seperti Google.
Ha ha, saya juga berpikir begitu. Cuma kemarin kan posting dengan WLW, jadi setiap kata saya langsung ke-link. Tak kira cuma satu kata. Ya ya, nanti saya perbaiki dah Bli. Terima kasih buat masukannya :)Recent blog:=- Plagiat Blog Yang Tidak Sehat?
daripada sekadar kata "saya" yang berulang mengacu ke sumber yang sama, lebih usable rasanya memajang tulisan sebelumnya yang terkait (kalo ada).Recent blog:=- Web Accessibility Guidelines by MS University
Tinggalkan Balasan