Bait yang tak pernah ada dasar asa terliar sekali pun
Berjingkrak riang bak cahaya tajam di kelebatan sukma
Turun senja menguak muram sirna semua
7 untai awan serentak bisu dalam kosong
Suka, duka, tawa, sedih, yang hendak menyongsong
Remuk redam bersama ruang waktu menyisakan hampa
Baru cinta dapat tumbuh dan mengisi dalam nada napas kebebasan
Diberikan sebagai hadiah akhir bulan pada “Puisi Cinta Satu Bait” dan tanda terima kasih karena telah menguak kembali keinginan menulis dalam bahasa puisi, bahasa indah yang menyimpan sejuta makna dan pemaknaan yang berbeda bagi setiap insan yang membacanya dengan seksama.
Semoga dunia sastra dapat kembali menemukan kreativitasnya bak gairah ufuk Timur yang merah merona. Semoga kejelian dan kepedulian dapat tertuang dalam bahasa yang apik dan kuat. Dan kita belajar lagi dari salah satu harta tak terkira negeri ini – tanah puisi.
Tulisan ini tidak berada dalam lisensi creative commons di blog ini sebagaimana yang tertera dalam pembatasan. Silakan merujuk pada halaman “puisi cinta satu bait” untuk mengonfirmasi lisensi atas puisi ini.
Catatan memasang openSUSE Tumbleweed berdampingan dengan Windows 11 di Dell Latitude 3440: shrink partisi, BitLocker, GRUB2 EFI, hingga audio yang sempat senyap.
Kolangitis akut adalah infeksi saluran empedu yang terjadi ketika aliran empedu tersumbat, paling sering oleh batu. Kenali gejala demam, kuning, dan nyeri perut kanan atas, pahami kriteria diagnosis serta derajat keparahan menurut Tokyo Guidelines 2018, dan ketahui mengapa drainase empedu tepat waktu bisa menyelamatkan nyawa.
Nyeri perut kiri bawah disertai demam bisa jadi tanda divertikulitis, peradangan kantung kecil di usus besar. Pedoman ACG 2026 mengubah pendekatan lama: antibiotik tak lagi rutin, operasi diindividualisasi, dan mitos pantang kacang-bijian dipatahkan. Simak penjelasan lengkap gejala, diagnosis, tata laksana terkini, dan relevansinya bagi Indonesia.
Roadmap DOE dan NATO, klaim 30 qubit logis Infleqtion, dan rencana Cloudflare soal sertifikat web pasca-kuantum: apa yang nyata, apa yang masih janji.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
37 tanggapan
aliaz
Terima kasih sudah turut memeriahkan “Ekspresi Puisi Cinta Satu Bait”
Just info: puisi sudah masuk keranjang
Wah Mbak yang satu ini jadi sibuk banget ya…, sepertinya sudah lebih dari 60 karya yang mesti disortir, padahal masih lebih dari seminggu lagi batas waktunya. Selamat Mbak 🙂
Puisi yang belum punya pasangan tetap memang lebih mengambang, untaian kalimatnya bersayap dan multi tafsir.
Tetapi memang disitulah kunci kekuatan sebuah puisi (*haalllaaahh, kayak guru sastra aja..*) pis mas.
Mungkin tidak seperti menanti, jika kita menanti – kehidupan menjadi penuh akan penantian, jika segalanya penuh – ruang hidup akan menjadi sesak, kita tidak dapat bergerak – bahkan untuk bergerak mengikuti sungai kehidupan.
Namun jika ada ruang bebas yang luar biasa, sebuah kekosongan yang alami, kita dapat bergerak bebas, bukan gerak yang dipaksakan, bukan gerakan di balik topeng motif, mungkin gerak tak akan pernah kita tahu atau pahami, namun hanya ini yang bisa membuat orang bergerak alami bersama seluruh hatinya dan kehidupan dengan harmonis – banyak orang menyebutnya cinta.
Tidak salah menunggu cinta, namun alangkah baiknya itu bukan sesuatu yang dinanti, namun lahir dari dalam diri kita 🙂
bahasa satra paling gag bisa aku cerna namun diatara kata di puisi cinta satu bait cuman 7 untai awam serentak bisu dalam kosong …. 😕 aku gag tahu artinya babar blas dasar katrok salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Tinggalkan Balasan