A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Jangan mencari karena kutakkan mendera
Jangan sembunyi karena kutakkan melirik
Jangan berlari karena kutakkan memikul
Jangan terlelap karena kutakkan tak sekejap

Aku suara di antara setiap duka, mengapa juga engkau tetap cari
Aku tangis dari setiap rintihan penyesalan, jangan dengar detak jantungku
Aku muram yang menjelma kelabu, maka langit tak lagi peduli pada kita
Aku kalpa yang tak mungkin kau lewati, maka janganlah mendekat

Tiada rimbun kau hendak mencari teduh
Tiada rumput engkau hendak memerah susu
Tiada sungai kau bawakanku sampan
Tiada waktu kau berkata tak mengapa

Aku hanya sungguh tak paham
Setiap jilatan embun di pucuk pagi
Kau datang dan kisah pun terhenti
Tanpa kata, tanpa apa pa

Wajah tanpa topeng
Itukah siulanmu
Yang mengundang malam
Berlabuh tanpa kebimbangan

Maka biarkanlah kumenutup mata ini …

 

Tulisan ini diseret dari “Daily Lhagima

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

18 tanggapan

  1. Avatar Lea Ramdhani
    Lea Ramdhani

    ngompori?? ndak mempan gan..udah kebal 😛

  2. Avatar Cahya

    Lea, ah gimana sih…, makanya Firefox-nya diupdate dong, masa masih pakai yang lawas? *ngompori*

  3. Avatar Lea Ramdhani
    Lea Ramdhani

    eh ko jadi ada lagi ya??tapi beneran ko tadi itu komenku ndak muncul..suer deh,tapi syukurlah akhirnya muncul jg..:) ah cahya jadi malu saya..ngaciiiirrr

  4. Avatar Cahya

    Lea, hilang bagaimana?

  5. Avatar lea ramdhani
    lea ramdhani

    beu..komennya ko ilang lagi sih?? 🙁

  6. Avatar lea ramdhani
    lea ramdhani

    Wah salut nih buat cahya..mau tidur aja bisa kepikiran ya nulis kata-kata yang beginian..kalo saya sih baca doa(kalo lg inget)trus langsung tidur pules deh dipulau kapuk..:D

  7. Avatar Cahya

    @Gus Ikhwan, @Tutorial WordPress, maaf komentar tertahan spam karena menambahkan kata SEO dan Tutorial di kolom nama. Untung masih sempat saya tengok, terlambat beberapa jam pasti sudah langsung terhapus.

    @Pak Narno, ndak Pak, itu saya tulis karena sedang mau tidur tadi malam 😀

    @Pandu, termakasih, dan maaf tadi komentarnya juga tertahan spam.

  8. Avatar Pandu

    Comment saya tidak muncul mas ya…

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca