A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Why you always going to that “warung”, one asked my the another day. (note that warung mean a local/traditional food corner in Indonesia especially when you visiting the western region).

Well, the reasons is simple…

First, it always has green vegetables menu, though  I’m not a vegetarian, but I love green vegetables. And they always has potatoes with traditional delicious ingredient, nyam… nyam…, I just can say no to potatoes.

Secondly, and obviously, it’s a cheap ‘warung’. I can save some money while I don’t need any expensive food or cooking to satisfied my daily fasts.

But really, I thought I really need to go back home, and once again learn how to cook properly from my parents. Gezz, I was to lazy to learn cooking while I was still in Bali.

My Daily Lunch

So, if you has a time to visit Yogyakarta, just try a local warung to sense a genuine traditional food, you don’t need to go to expensive restaurant just for a daily menus.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

Artikel Baru Terbit

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

12 tanggapan

  1. Avatar Nina
    Nina

    hahah..

    Kampus mas Cahya elit bener ada masakan Jepang nyo..

    Kantin asrama POMA..beuuuhh..kantin a.k.a warteg..wkwkwk..

  2. Avatar Cahya

    Nina,

    Ha ha, kantin kampus rada elit 😀 – dulu ada chef untuk masakan Jepang segala.

  3. Avatar Nina
    Nina

    Duuh..jadi inget kantin POMA Unpad..

    Murah meriah..sehat InsyaAllah..:D

  4. Avatar Cahya

    Pak Aldy,

    Yah, warung makan mirip-mirip gitu, bagaimana pun juga boleh kan sebenarnya – apalagi kalau sudah di tengah hutan, malah jadi 'kewajiban' & dan justru aneh bila tidak begitu 😀

  5. Avatar aldy

    Warteg ?

    Kalau disini biasanya disebut wakang ( warung suakang ), menu harian tapi membuat ketagihan, murah meriah dan dahsyatnya boleh makan sambil kurang ajar ( kaki sebelah kanan dinaikkan untuk sandaran sikut saat menyuap nasi; jangan pakai sendok dan garpu kenikmatannya berkurang ).

    Ach payah, kalau sudah bersentuhan dengan menu sederhana begini, bawaan laper aja….

  6. Avatar Agung Pushandaka
    Agung Pushandaka

    Ada banyak warung yang sering saya datangi untuk makan selama kuliah di Jogja. Tapi saya lupa nama warung-warung itu, karena terlalu banyak (karena saya berpindah-pindah kos), dan sudah terlalu lama ndak ke sana. Murah dan enak! Walaupun ndak semua warung yang pernah saya kunjungi seperti itu sih.. 🙂

  7. Avatar Cahya

    Panah Hujan,

    Saya ndak pernah makan sampai sejauh itu 🙂 (kalau lebih jau lagi mungkin pernah).

    Ini di daerah Pogung Baru kok 🙂

  8. Avatar panah hujan
    panah hujan

    Haha, kayaknya tau deh warung yang ini. Aku juga punya warung nasi favorit, kak Cahya. Di jl sardjito, di sebelahnya yang minjemin buku-buku novel/komik sama yang jualan bantal kasur… ada warung makan, yang jualan sepasang suami istri orang Sunda.

    Aku suka sayurnya, tempenya, sama perkedel jagungnya. Tapi mostly, semua makanan di sana enak. Dan, i know i have to bold and capitalize this statement, MURAH.

    Btw, yang di atas ini kayaknya tempatnya ga asing. Di manakah?

  9. Avatar Cahya

    Mas Pushandaka,
    Itu kan sudah prinsip bawaannya mahasiswa, murah dan enak (bisa-bisa kelupaan apakah bergizi atau tidak).
    Oh, rupanya tipe orang nomaden ya, berpindah-pindah kost 😀

  10. Avatar panah hujan
    panah hujan

    Eh salah. Bukan perkedel jagung. Ga jual perkedel jagung warung ini. Maksudnya, perkedel kentang. LOL.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca