Disqus memberikan saya cukup banyak waktu untuk membuat kepala saya berasap. Tapi itu toh tidak perlu dikhawatirkan. Saya kali ini ingin melihat sebenarnya bagaimana pola pengaksesan blog ini menggunakan ponsel, seberapa banyak ponsel yang bisa mengakses dengan baik, dan seberapa banyak yang tidak.
Saya pun memutuskan menggunakan layanan analisis trafik kunjungan oleh pengguna mobile phone termutakhir saat ini (yang gratis tentunya) yaitu Percent Mobile. Karena jika hanya mengandalkan Google Analytics bisa-bisa saya malah berurusan dengan statistik yang tidak jelas.
Saya juga memutuskan membuang pengaya WordPress Mobile Edition yang lawas, dan menggantikannya dengan WordPress Mobile Pack yang lebih teratur perawatan dan pembaharuannya oleh pihak pengembang.
Saya bisa melihat bahwa sekitar 19% sampai 20% pengunjung blog ini menggunakan ponsel mereka. Dan dari gambaran berikut:
Tampilan statistik kunjungan via ponsel (klik untuk memperbesar)
Saya bisa tahu bahwa, ada beberapa jenis perangkat ponsel yang cukup sering digunakan. Sekitar 41 % adalah pengguna BlackBerry dari pelbagai tipe, sisanya rata-rata dalam jumlah yang tidak begitu jauh menggunakan Nokia, Generic, Apple, dan Sony Ericson. Dan dari data itu sejumlah besar semuanya adalah ponsel-ponsel dengan kemampuan pengenal bahasa Java yang cukup baik, sehingga seharusnya tidak ada masalah dengan markah Java pada blog ini.
Dalam hati saya, ternyata para pengguna ponsel yang kesasar ke blog ini kebanyakan lebih canggih dari ponsel lawas saya (yang notebene tidak menemukan masalah dengan blog ini). Jadi menurut suara mayoritas, blog ini rasanya tidak mengalami masalah diakses via ponsel.
Jika pengguna Apple iPhone atau BlackBerry protes dengan ekstensi bahasa Java pada blog ini, apa mungkin mereka sendiri tidak secerdas ponsel mereka? He he, no offense. Bahkan jika pun borang komentar tidak dapat diakses, silakan menghubungi admin via surel, toh meninggalkan komentar tidak wajib.
Bunga segar, tanaman pot, bingkai, dan relief dinding mempercantik suasana ruang rawat, tetapi dapat menjadi reservoir mikroba, terutama bagi pasien dengan imunitas sangat rendah. Artikel ini menimbang bukti ilmiah terbaru, pedoman CDC, dan konteks Indonesia, lalu menawarkan kerangka zonasi yang praktis agar keindahan ruang dan keselamatan pasien dapat berjalan beriringan.
Seorang virolog Kroasia menyuntikkan virus campak dan virus stomatitis vesikular ke tumor payudaranya sendiri, lalu tumor menyusut dan dapat dioperasi. Kisah ini memicu perdebatan etika dan harapan baru bagi terapi virus onkolitik. Artikel ini menimbang bukti, keterbatasan, dan pelajarannya bagi Indonesia. Ini bukan anjuran mencoba sendiri, melainkan bahan refleksi klinis.
DSD adalah kondisi kongenital ketika kromosom, gonad, dan anatomi seks seseorang tidak berkembang selaras—bukan gangguan orientasi seksual. Artikel ini mengulas klasifikasi, diagnosis, tata laksana multidisiplin, serta konteks Indonesia: keterbatasan data epidemiologi, stigma sosial, dan jalur hukum penetapan status kelamin lewat pengadilan sesuai UU Adminduk.
Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.
Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
20 tanggapan
– H –
artikelnya membantu bli, tapi senin nanti saya mau coba.. soalnya tadi siang bos ada suruh saya cari kek ginian.. scr saya masih awam. kwkw saya o aja.
Saya penjunjung tinggi kenyamanan… kalo Bli nyaman dengan disqus, kenapa tidak? 😀
saya pun menyukai disqus, hanya untuk blog pribadi, saya masih manja dengan bawaan wordpress.. 😛
Tinggalkan Balasan