Hari ibu? Saya rasa rata-rata dari kita pasti sudah tahu bahwa di Indonesia setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari ibu – mungkin karena ini sudah berlangsung sejak 70-80 tahun yang lalu. Tapi kadang jika ditanyakan kembali – terutama pada saya sendiri – apa sih hari ibu itu?
Saya rasa selama saya ingat, saya tidak pernah merayakan hari ibu secara khusus. Mungkin saya tidak tahu apa yang harus dilakukan saat merayakan ibu, dan jika pun saya tahu – saya akan bertanya, mengapa demikian? Dan kadang jawabnya tak selalu tepat.
Kadang malah saya melihat semakin hari semakin banyak konsep yang terselipkan pada hari ibu, semisal perjuangan persamaan gender dan sejenisnya. Entah karena usil atau bagaimana, sejak dulu saya memang selalu bertanya-tanya mengapa orang berbicara tentang persamaan gender atau kesetaraan gender (mana sih yang benar?), lalu kaitannya dengan hari ibu apa?
Orang di pelbagai belahan bumi memiliki karakter yang berbeda-beda, menghargai sosok ibu juga dengan cara yang berbeda-beda. Jika ada yang berkata bahwa orang Bali meletakkan ibu di bawah kakinya – maka bukan berarti itu sebuah pelecehan.
Saya rasa saya tidak memiliki sesuatu yang istimewa dengan hari ibu, tapi saya selalu memiliki hal-hal istimewa bersama keluarga saya.
Kehamilan dan persalinan bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga rentan menguji kesehatan jiwa. Artikel ini membedah data SKI 2023 tentang depresi pascapersalinan di Indonesia, faktor risikonya, dampak psikologis infertilitas, hingga protokol skrining EPDS Kemenkes—agar gejala yang sering tersembunyi di balik peran “ibu yang kuat” bisa dikenali dan ditangani lebih awal.
Penelitian dari Oregon Health & Science University menunjukkan bahwa kombinasi terapi antiretroviral, antibodi penetral luas, dan leronlimab dapat “membersihkan” HIV pada bayi kera jika diberikan dalam 72 jam pasca-paparan. Temuan ini membuka harapan untuk uji klinis pada manusia meski Indonesia masih memerlukan perbaikan pada skrining HIV untuk ibu hamil.
Sebelas gubernur dan tiga wakil gubernur menandatangani Deklarasi Komitmen Percepatan Eliminasi Kusta di Konferensi Nasional Kusta 2026. Dengan lebih dari 16.000 kasus baru pada 2025, WHO mendorong penemuan kasus aktif dan pengurangan stigma. Langkah selanjutnya adalah menerjemahkan komitmen politik menjadi rencana aksi daerah yang terdanai.
WHO SEARO menerbitkan modul pelatihan lima hari untuk teknisi dan insinyur biomedis yang mengelola peralatan oksigen. Kurikulum terstandardisasi ini penting dalam meningkatkan kompetensi. Namun, kekurangan peminat dalam pendidikan D3/D4 Teknik Elektromedik di Indonesia menjadi tantangan. Adaptasi modul harus disertai penguatan rekrutmen tenaga untuk efektivitas maksimal.
Oksigen medis adalah ekosistem penting yang melibatkan produksi, distribusi, dan regulasi. Krisis oksigen 2021 di Indonesia menunjukkan kelemahan dalam rantai ini. Manual WHO SEARO 2026 merekomendasikan penguatan bengkel biomedis dan kalibrasi alat kesehatan. Fasilitas kesehatan perlu membangun ketahanan oksigen sebagai bagian dari kesiapsiagaan, bukan hanya sebagai respons darurat.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
9 tanggapan
dudik
hari ibu, hari pahlawan atau hari lainnya adalah satu moment untuk memberikan perhatian yg lebih pada yg di "peringati" itu saja, bila dia tidak memberikan makna apa-apa pada lita ya ngga usah diperingati….
kadang2 kita hanya perlu semacam waktu yang tepat untuk memberikan sesuatu kepada seseorang demi menjawab pertanyaan "dalam rangka apa nih?" dan bagi saya pribadi, setiap hari adalah hari ibu.. juga hari bapak.. hari anak.. dan hari untuk memberikan ungkapan kasih pada siapapun yang kita cintai.. 🙂
hihih, saya udah nulis jawabannya di blog kemarin 😀
Ya itulah maknanya udah kemana-mana sih. Padahal sejarah Hari Ibu itu bukan seperti sekarang yang cenderung "worshiping motherhood"
Mau ada hari ibu atau hari bapak, emang kalau nggak ada hari itu kita trus nggak sayang dan nggak berterimakasih lagi sama mereka? enggak juga kan? setiap hari seharusnya tetap selalu ada cinta buat mereka ya 😉
Sejujurnya saya ndak tau sejak kapan bangsa ini memperingati Hari Ibu pada tanggal 22 Desember. Tapi biarlah, walaupun saya ndak menganggapnya spesial, saya menikmatinya seperti hari-hari peringatan lainnya, seperti Hari Buruh, Hari AIDS, Hari Blogger, dsb., yang penetapan tanggalnya pun saya ndak pernah tau sejarahnya. Hehe!
Tinggalkan Balasan