A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Saya tidak tahu ada masalah apa dengan jaringan mobile-8, tapi karena dua kartu saya berbasis pada jaringan CDMA 800MHz ini jadinya bermasalah. Tentu saja ini membuat semuanya jadi serba sulit.

Pertama kartu Fren pasca bayar yang merupakan jalur komunikasi formal. Karena sering kali layarnya menunjukkan “jelajah”, saya tidak dapat menggunakannya. Padahal nomor ini tidak bisa saya gantikan dengan nomor lain, urusan kerja dan formal tidak bisa dicampuradukkan dengan urusan pribadi. Untuk telepon-pun juga demikian.

Koneksi MOBI kini juga bermasalah, jangankan untuk menjelajah web. Untuk mengunduh surel via email client saja tersendat dan sering gagal, bahkan tidak bisa sama sekali mengirim surel. Padahal biasanya koneksinya sangat lancar dan tidak bermasalah.

Isu ini bermula sejak adanya informasi perubahan sistem sekitar seminggu yang lalu. Dan jaringan mobile-8 mulai kacau di Yogya, hingga saat ini sama sekali tidak bisa dikatakan bekerja dengan baik. Customer care dari nomor 888 pun tidak bisa memberikan kepastian kapan jaringan akan pulih, sehari, seminggu, sebulan atau setahun lagi? Sedangkan jalur email ke pihak mobile-8 tidak bisa saya capai, memangnya itu email masih aktif ndak sih, kok dipajang-pajang tapi tidak bisa dihubungi.

Satu-satunya akses yang bisa saya gunakan saat ini adalah ponsel Nokia E71 saya ini. Tapi tentu saja kemampuannya terbatas.

Saya sudah memulai memindahkan paket Internet MOBI saya ke ISP lain, dengan ECO pascabayar. Tapi saya belum bisa mengalihkan nomor Fren pascabayar saya, setidaknya tidak sampai akhir tahun depan, saya berencana mengalihkannya ke nomor Matrix.

Sementara ini, ya apa boleh buat. Jaringan sangat terbatas, sehingga harus dihemat penggunaannya. Atau bahkan memang tidak bisa digunakan sama sekali.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar anang nurcahyo

    kyknya ga cuma mobile-8 fren. esia jg lg minta di obrak-abrik.. 🙂

  2. Avatar Sigondrong dari Gua Hiro

    betul betul betul, saya jg mengalami hal yg sama. setelah mendapatkan sms bahwa sedang dilakukan optimasi jaringan, lha kok koneksi mobi jadi lemot abis. saya bahkan sama sekali ga bisa menjawab komentar2 yg masuk di blog saya.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca