Sebagai salah satu jejaring sosial sederhana untuk sekadar “berceloteh”, Twitter memiliki banyak pengguna di seluruh dunia, termasuk di nusantara. Namun belakangan ini (sudah cukup lama juga) bermunculan salah satu penyalahgunaan fitur Twitter yang disebut ReTweet (RT) yang berfungsi seperti email forwarder.
Penyalahgunaan ini disebut sebagai ReTweet Abuser, apalagi jika kini beberapa mengarah pada spam komersial. Biasanya pemilik usaha daring yang mencoba menjaring konsumen atau pelanggan melalui Twitter dan jejaring sosial lainnya. Meski bukan gangguan serius, namun tetap saja saya rasa hal ini bukanlah sesuatu yang patut dilakukan.
Saya ingin timeline saya bersih, jadi tidak ada spam di dalamnya. Namun jika Anda kasihan pada usaha bisnis daring pihak tersebut, cukup diblok saja, tidak perlu dilaporkan sebagai spam. Tapi mungkin dengan demikian Anda akan membiarkan orang lain menjadi kroban spam pihak tersebut melalui jejaring sosial Twitter.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Poetrii, itu tidak bisa dilakukan. Lebih tepatnya secara legal formal memang tidak bisa dilakukan. Karena akun merupakan sebuah hak eksklusif terbatas pada pemilik akun yang diberikan oleh twitter.
Deva, tapi jangan terlalu sadis lho, kadang ada yang sekadar ikut promosiin acara tertentu, tidak sadar dia malah melakukan spamming – ya diajak ngobrol baik-baiklah, tapi memang ada akun dibuat untuk promosi tanpa pandang bulu dan metode, ya kalau ini boleh-lah dilaporkan jika memang sudah menyalahi aturan.
Saya baru tahap mencoba-coba dan meraba-raba di Twitter. Maklum, masih baru di situ. RT aja saya belum pernah melakukannya (baru sebatas tweeps, reply, dan mention).
Di Twitter kalau saya yang sering tiba-tiba ada mention nyelonong ngasih tweet berupa link promosi. Kalau RT yang tak nyambung belum pernah. Tapi tetap saja sama mengganggunya. Saya biasanya langsung saya block kalau ada yang seperti itu.
Berarti kalau report spam lebih sadis, ya Mas Cahya? Langsung membunuhnya. 😀
Kayaknya Twitter cukup galak jadi dengan report spam bisa jadi langsung dibanned tuh akunnya.
Pak Joko, kalau memang promosi agak sopan, ya biasanya saya balas dengan tolakan yang sopan juga – biasanya yang promosi juga akan paham dengan sendirinya. Tapi kalau promosinya asal tembak, ndak lihat kiri – kana dulu, ya langsung saya spam saja :).
Nah, urusan ada banned atau tidak dari Twitter, itu ya hak sepenuhnya pihak Twitter kan. Biarkan saja begitu.
Bli Wira, ndak kok, kalau yang ini lebih ke spam, sedangkan untuk mention yang menggunakan RT itu saya serahkan pada masing-masing individu karena selalu ada pro dan kontra, terutama dari pihak yang melindungi privasi privat-nya.
Iklan tidak masalah via jejaring sosial manapun, namun jangan memaksakan iklan ke ranah privasi pengguna Internet atau jejaring sosial lainnya, itu saja sih menurut saya.
Misalnya di blog ini jelas ada iklannya, tapi dengan menggunakan blok iklan pada masing-masing peramban, iklannya akan dihalangi tanpa mengganggu konten. (Lha, ndak nyambung sih).
Kemarin juga teman ada yang mengeluhkan hal serupa, makanya saya sering menutup akses pengiriman ke dinding facebook dan penandaan jika sudah mulai mengganggu.
Saya juga kerap nge-RT, apalagi kalo lagi nemu tweet menarik, tapi gag sempat baca link-nya secara lengkap. di-RT ke akun FB deh, dan biasanya langsung dibaca begitu notebook terhubung ke dunia maya. :p
Tinggalkan Balasan