A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Orang bilang, terkenal tidak membuat dikenal, demikian juga dikenal tidak membuat orang terkenal. Ketika seseorang mulai menulis blog, bisa jadi pertimbangan ini ingin ada, atau dalam istilah saat ini “eksis” di dunia maya.

Saya melihat – meski mungkin keliru – ada yang sedikit membedakan di antara keduanya. Meski tidak harus ada maksud untuk dikenal ataupun terkenal, namun pendekatan yang berbeda akan menghasilkan jalan-jalan yang berbeda.

Orang bisa menulis secara anonim, tanpa nama, namun hasil pemikirannya yang menarik banyak minat akan membuatnya cukup terkenal. Meski secara pribadi mungkin dia tidaklah dikenal oleh para pembaca tulisannya.

Ada yang menulis dengan identitas penuh, serta mengisi dengan curahan hati yang begitu mendetil – dia mungkin tidak terkenal karena tulisan dianggap biasa saja, namun bagi yang membaca tulisannya, langsung dapat mengenalinya secara pribadi.

Snape Oil
Pid’jin gets a job as social media expert for Lord Voldemort. But when he starts flaunting his business card he encounters unexpected responses. | From Pidgin.net.

Saya tidak menyatakan salah satu lebih baik dari yang lain, namun kadang ketika menulis dua hal itu mungkin masuk dalam pertimbangan banyak penulis. Orang ingin menulis sehingga tulisannya menjadi bagian dari ekspresi dirinya, namun juga – apalagi jika digunakan untuk menyokong hidup – tulisan dan dirinya juga bisa dikenal oleh masyarakat luas, keternamaan menjadi sebuah target yang tampak nyata.

Apa yang kemudian menjadi perhatian bermakna adalah, jika apa-apa yang dikaryakan oleh seorang narablog menjadi bermanfaat bagi orang lainnya – baik dia terkenal, dikenal ataupun tidak keduanya. Pun jika tidak memberikan manfaat, setidaknya tidak memberikan musibah.

Artikel Baru Terbit

  • Paliatif Bukan Tanda Menyerah: Kapan Sebaiknya Tenaga Kesehatan Mulai Menawarkannya?
    Perawatan paliatif sering disalahpahami sebagai layanan menjelang ajal. Padahal pedoman ASCO 2024, WHO, dan Kepmenkes 2180/2023 menekankan identifikasi dini sejak diagnosis penyakit serius. Artikel ini membahas kapan paliatif sebaiknya ditawarkan kepada pasien dan keluarga, alat penapisan seperti SPICT dan Pertanyaan Kejutan, serta penerapannya di layanan kesehatan Indonesia.
  • Ketika Wajah Bayi Menyimpan Rahasia di Kromosom 22
    Sindrom DiGeorge (22q11.2 deletion syndrome) adalah kelainan delesi mikro kromosom tersering pada manusia, memengaruhi jantung, imunitas, kalsium darah, dan perkembangan. Diagnosis sering terlambat karena gejala menyerupai kondisi lain. Di Indonesia, skrining jantung bawaan kritis berpotensi menangkap sebagian kasus, namun konfirmasi genetik masih terbatas aksesnya.
  • Flu Burung Tak Lagi Sekadar Urusan Kandang: Membaca Kerangka Global Empat Lembaga Dunia dan Maknanya bagi Indonesia
    FAO, WHO, WOAH, dan CMS meluncurkan kerangka global untuk mempercepat pengendalian flu burung melalui pendekatan One Health. Artikel ini mengulas mengapa H5N1 klad 2.3.4.4b kian mengkhawatirkan, bagaimana pengalaman Indonesia dengan 200 kasus manusia, dan langkah praktis bagi Puskesmas serta masyarakat untuk mencegah limpahan virus dari kandang ke manusia.
  • Pil KB Tanpa Jeda, Implan Lima Tahun, dan Mifepriston: Membaca Pedoman Baru WHO tentang Perluasan Pilihan Kontrasepsi
    WHO merilis pedoman baru tentang perluasan pilihan kontrasepsi. Mifepriston kini direkomendasikan sebagai kontrasepsi darurat, pil KB kombinasi dapat diminum tanpa jeda hingga setahun, dan implan etonogestrel dapat dipakai lima tahun. Sebaliknya, ormeloksifen dan pil kuinestrol belum layak masuk program. Apa artinya bagi layanan KB dan jutaan akseptor di Indonesia kini?
  • Dari “Tahu” ke “Mau”: Kursus Ilmu Perilaku WHO dan Pelajaran bagi Kesehatan Masyarakat Indonesia
    WHO meluncurkan kursus daring mandiri tentang ilmu perilaku bagi praktisi kesehatan masyarakat. Artikel ini mengulas isi kursus, kerangka DDDIE, data perilaku berisiko dari SKI 2023, contoh kasus antibiotik tanpa resep, serta batas bukti nudge, agar program kesehatan di Indonesia tidak berhenti pada penyuluhan, tetapi mengubah perilaku masyarakat sehari-hari secara nyata.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

14 tanggapan

  1. Avatar Andi Sakab

    saya setuju dengan kalimat terakhir. 🙂 setidaknya tidak memberikan musibah 😉

  2. Avatar Applausr
    Applausr

    kalau saya nulis saja lah….. puyeng mikirin terkenal…. hehehehehehe

    1. Avatar Cahya

      He he…, ndak usah dipikirkan Mas.

  3. Avatar ladeva
    ladeva

    Yeah…kalau punya penghasilan dari dunia maya, ya memang harus dikenal. Kalau gak, bisa gak dapat job lagi kan…

    1. Avatar Cahya

      Wah, kamu harus kenal yang namanya ghost writer dan hacker. Semakin jago mereka di dunia maya, semakin dikit jejak yang ditinggalkan untuk mendapat uang. ~(*+?+*)~

      1. Avatar ladeva
        ladeva

        Hahaha ngomong-ngomong tentang ghost writer, aku pernah tuch ditawarin jadi ghost writer untuk nulis buku tentang investasi emas. Bwhaha mana ngerti nulis begituan.

        Kalau hacker…itu mah serem. Gak ada niat jadi begituan?

      2. Avatar Cahya

        Kamu tulis saja tentang Patrick yang menggali emas. Eh, jadi peretas? Aku? Ha ha…, apa yang mau diretas? Komputer sendiri saja sering rusak. ?(?_?)?

      3. Avatar ladeva
        ladeva

        Gila! Bahasa Indonesia-mu bagus banget. Hacker diterjemahin jadi peretas. Ckckckc dedikasi yang tinggi. Tidur woy!

      4. Avatar Cahya

        Iseng saja, lagi nambahin kosa kata di kamus. Iya nih dah ngantuk, di sini dah dini hari lagi.

      5. Avatar ladeva
        ladeva

        Di sini jam 11 lewat. Eh baca https://twitter.com/#!/IFnubia tentang Ghost Writernya Buku Chairul Tanjung…pelajaran 🙂

  4. Avatar imadewira
    imadewira

    Mungkin terkenal belum tentu membuat seseorang bisa dikenal secara pribadi, karena terkenal apalagi di dunia maya belum tentu menunjukkan orang itu bisa dikenal secara pribadi dengan mudah.

    1. Avatar Cahya

      Yah, sesuatu yang seperti itulah Bli.

  5. Avatar Sugeng
    Sugeng

    Bagiku juga, gak harus tulisan (ilmu yang bermanfaat) itu berasal dari orang yang terkenal atau aku kenal dan banyak dikenal orang. Siapapun orangnya kalau memang ilmunya (tulisannya)itu bisa dan sangat bermanfaat, akupun tidak rugi untuk mempraktekan. Karena intan akan tetap bersinar meskipun ditemukan di tengah tanah liat yang hitam.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    1. Avatar Cahya

      Saya rasa pandangan demikian dari sisi pembaca sangatlah bijaksana Pak Sugeng. Di sini saya mencoba sedikit menjelajahi sisi pandang dari seorang penulis •?• .

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca