A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Elysium keluaran TriStar Pictures berkisah tentang dunia masa depan, ketika bumi sudah tidak bisa dihuni secara layak lagi, masyarakat kaya membangun kehidupan mewahnya di sebuah stasiun luar angkasa dengan ekosistem yang menyerupai bumi. Golongan kelas atas adalah pemilik modal yang hidup mewah, sementara yang tertinggal di bumi adalah golongan miskin dan pekerja kasar, yang bahkan tidak memiliki cukup akses kesehatan.

Kesan saya pada film ini seperti menonton District 9, mungkin karena sutradaranya memang sama. Tapi sejujurnya saya tidak penggunaan latar seperti ini bukan sesuatu yang saya suka, karena membuat sakit kepala saat menontonnya di layar lebar. Mungkin saya salah menonton film, yang saya pikir lebih mirip seperti Oblivion.

Meskipun saya tidak sepenuhnya suka, apa yang menarik dari film ini adalah tema yang diangkat berhubungan dengan masalah-masalah sosial dan politik yang klasik. Semuanya ada di sekitar kita, hanya saja diangkat ke dalam film futuristik yang penuh adegan laga dan sedikit drama sadistik. Jadi, saya tidak rekomendasikan untuk penonton di bawah umur karena unsur kekerasannya.

Elysium
Poster promosi untuk FIlm Elysium

Film ini sendiri mendapatkan banyak sambutan meriah, sehingga saya rasa ada banyak penggemar film-film bertema serupa dengan latar dan sinematografi yang serupa.

Saya suka akhir ceritanya, terkesan terlalu utopia, tapi saya rasa banyak orang ingin mewujudkan hal yang serupa.

Artikel Baru Terbit

  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
  • Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Ketika Antibodi Ibu Jadi Perisai Pertama Bayi
    Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
  • Guru di Garis Depan: Panduan Baru UNESCO, UNICEF, dan WHO untuk Menjaga Kesehatan Jiwa di Ruang Kelas
    Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
  • Ketika Si Kecil Tiba-Tiba Sering Haus dan Berat Badannya Turun: Mengenal Diabetes Melitus Tipe 1
    Diabetes melitus tipe 1 pada anak Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, namun tujuh dari sepuluh kasus baru terdiagnosis setelah jatuh ke ketoasidosis diabetikum. Artikel ini membahas patofisiologi, kriteria diagnosis, lima pilar pengelolaan, teknologi CGM, imunoterapi teplizumab, serta konteks jaminan BPJS Kesehatan bagi penyandang DMT1.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    entah kenapa hollywood pada latah, keluar superhero … semua ikuuut bikin. ini udah film ketiga bergenre futuristic setelah Oblivion sama After Earth (dua film yg sukses bikin saya tidur) . Saya malah nunggu yg versi Harrison Ford aja lah konon jauh lebih exited karena diangkat dari buku best seller … ini nonton di DVD *ehm* rip aja LOL ….

    1. Avatar Cahya

      Mas Rangga, saya cuma bisa ikut setuju kalau film ini dibilang latah. Soalnya ya genre-nya ndak jauh beda.

      Dan kalau sudah ditonton sekali, tidak pingin lagi buat nonton.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca