Elysium keluaran TriStar Pictures berkisah tentang dunia masa depan, ketika bumi sudah tidak bisa dihuni secara layak lagi, masyarakat kaya membangun kehidupan mewahnya di sebuah stasiun luar angkasa dengan ekosistem yang menyerupai bumi. Golongan kelas atas adalah pemilik modal yang hidup mewah, sementara yang tertinggal di bumi adalah golongan miskin dan pekerja kasar, yang bahkan tidak memiliki cukup akses kesehatan.
Kesan saya pada film ini seperti menonton District 9, mungkin karena sutradaranya memang sama. Tapi sejujurnya saya tidak penggunaan latar seperti ini bukan sesuatu yang saya suka, karena membuat sakit kepala saat menontonnya di layar lebar. Mungkin saya salah menonton film, yang saya pikir lebih mirip seperti Oblivion.
Meskipun saya tidak sepenuhnya suka, apa yang menarik dari film ini adalah tema yang diangkat berhubungan dengan masalah-masalah sosial dan politik yang klasik. Semuanya ada di sekitar kita, hanya saja diangkat ke dalam film futuristik yang penuh adegan laga dan sedikit drama sadistik. Jadi, saya tidak rekomendasikan untuk penonton di bawah umur karena unsur kekerasannya.
Poster promosi untuk FIlm Elysium
Film ini sendiri mendapatkan banyak sambutan meriah, sehingga saya rasa ada banyak penggemar film-film bertema serupa dengan latar dan sinematografi yang serupa.
Saya suka akhir ceritanya, terkesan terlalu utopia, tapi saya rasa banyak orang ingin mewujudkan hal yang serupa.
Pneumonia aspirasi terjadi saat isi mulut atau lambung salah jalan ke saluran napas. Kenali kelompok berisiko, cara membedakannya dari pneumonitis, prinsip pengobatan terkini, dan langkah pencegahan sederhana di rumah.
Artikel ini membahas pentingnya Infection Control Risk Assessment (ICRA) dalam pengelolaan risiko infeksi di rumah sakit, melampaui hanya penilaian risiko sebelum renovasi. ICRA mencakup penilaian risiko infeksi dalam pelayanan klinis rutin, dan mengingatkan perlunya sinergi antara Komite PPI dan Komite Mutu untuk memastikan keselamatan pasien melalui integrasi data risiko yang efektif.
Di Athenaeum, selepas tengah malam, sebuah risalah yang disalin diam-diam menjelaskan mengapa Synod pernah membakar tiga puluh tiga rumah. Di halaman paling belakang sebuah buku saku, sebaris catatan tepi membuat Kaelen mengenali tulisan yang sudah lama ia hindari.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
entah kenapa hollywood pada latah, keluar superhero … semua ikuuut bikin. ini udah film ketiga bergenre futuristic setelah Oblivion sama After Earth (dua film yg sukses bikin saya tidur) . Saya malah nunggu yg versi Harrison Ford aja lah konon jauh lebih exited karena diangkat dari buku best seller … ini nonton di DVD *ehm* rip aja LOL ….
Tinggalkan Balasan