Aplikasi seri BBM anyar versi Android yang saya pegang sekarang berisi fitur “sharing location” tidak bisa saya pahami untuk apa dipasang di sana. Berbagi lokasi mungkin menarik bagi beberapa orang, tapi tidak untuk orang lainnya. Aplikasi BBM saat ini sudah banyak sekali menguras daya dan pita Internet di Android, lalu jika fitur ini dinyalakan, entah berapa banyak lagi beban yang diakibatkan.
Dulu jika tidak salah, Google pernah mencoba hal yang sama melalui Google Latitude, tapi berselang beberapa tahun layanan tersebut ditutup karena tidak memberikan ketertarikan. Tampaknya orang lebih suka memanfaatkan layanan yang hanya memberikan di mana dia berada dan masuk ke tempat-tempat populer. Dimulai oleh Foursquare, kemudian ditiru oleh banyak jejaring sosial populer lainnya seperti Google dan Facebook.
BlackBerry berbagi likasi menggunakan dukungan dari Glympse Inc.
BlackBerry mengakses langsung GPS pada ponsel, dan memberikan lokasi kita pada rekan atau kontak BBM yang hendak kita beritahukan lokasi kita.
Mungkin aplikasi ini membantu bagi dua orang atau beberapa pihak yang ingin bertemu di suatu lokasi, rapat atau reunian misalnya. Tapi ini hanya akan membantu jika lokasi pertemuan itu baru bagi orang-orang tersebut, mereka yang sudah terbiasa dengan lingkungan atau kotanya, mungkin tidak akan menggunakan aplikasi ini.
Kadang saya tidak yakin jika aplikasi ini sinkron dengan ponsel BlackBerry sendiri, terutama yang model lawas. Beberapa hari yang lalu, saya “diprotes” teman karena menggunakan emotikon yang tidak terbaca via BBM. Padahal emotikon itu didapatkan dari pembaruan aplikasi BBM di Android. Ketika saya minta dia memperbarui aplikasi BBM di ponsel BlackBerry miliknya, dia tetap tidak bisa melihat emotikon saya, akhirnya saya kena protes lagi. Bisa jadi hal yang sama terjadi pada fitur ini.
Tapi kembali pada popularitas pasar. Seperti dulu orang bertanya, siapa yang akan membeli teh dalam botol atau air mineral dalam kemasan? Siapa tahu fitur baru ini malah disukai banyak orang. Tapi saya sendiri mungkin belum kepikiran akan digunakan untuk apa.
Apa yang akan kita lakukan jika kita mengirim orang posisi kita selama beberapa menit ke depan?
ADA menerbitkan pernyataan ilmiah pertamanya tentang teknologi diabetes di layanan primer. Pemantauan glukosa kontinu, pena insulin terhubung, dan insulin otomatis diharapkan masuk praktik sehari-hari lewat pelatihan, pembagian peran, dan peninjauan data rutin. Artikel ini menimbang relevansinya bagi puskesmas dan klinik di Indonesia, serta kesenjangan akses dan pembiayaan yang perlu dijembatani.
Uji fase 3 TRIUMPH-2 menunjukkan retatrutide, agonis tiga hormon sekali seminggu, menurunkan berat badan hingga 20,8% dan HbA1c hingga 1,6 poin pada 1.152 penyandang diabetes tipe 2 dengan obesitas. Efek samping terutama pencernaan. Obat ini belum disetujui, dan pertanyaan keamanan serta penerapannya di populasi Asia masih perlu dijawab studi lanjutan.
Panduan implementasi SAFER WHO (30 September 2026) bukan rekomendasi baru, melainkan peta jalan menjalankan lima intervensi alkohol yang sudah terbukti: pembatasan ketersediaan, penegakan aturan berkendara, skrining dan terapi, pelarangan iklan, serta cukai. Dari tingkat nasional, komunitas, hingga tempat kerja, kuncinya pemantauan dan perlindungan dari konflik kepentingan.
Tempurung lutut yang tiba-tiba “keluar dari jalurnya” saat berolahraga bukan sekadar keseleo biasa. Artikel ini mengulas dislokasi patela berdasarkan konsensus ESSKA 2024 terbaru—mulai mekanisme cedera, diagnosis, pilihan tata laksana konservatif versus bedah, hingga mengapa separuh pasien tetap bergejala meski tanpa kekambuhan, dan konteks alur layanan di Indonesia
Panduan WHO edisi kedua (September 2026) menyempurnakan pengobatan TBC resistan obat: pasien pre-XDR-TB kini dibedakan menurut derajat keparahan paru untuk memilih BPaL, BPaLC, atau BDLC, dan perawatan paliatif resmi masuk rekomendasi. Bukti masih berkepastian sangat rendah, sehingga adaptasi nasional dan penilaian keparahan yang cermat menjadi kunci bagi layanan di Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
hehe … kalau mau sedikit ringan tapi menshare lokasi saya sih mending milih viber … BBM Android not for me (right now 😀 * prosesor dan RAM masih kecil bos!*)
Tinggalkan Balasan