Aplikasi seri BBM anyar versi Android yang saya pegang sekarang berisi fitur “sharing location” tidak bisa saya pahami untuk apa dipasang di sana. Berbagi lokasi mungkin menarik bagi beberapa orang, tapi tidak untuk orang lainnya. Aplikasi BBM saat ini sudah banyak sekali menguras daya dan pita Internet di Android, lalu jika fitur ini dinyalakan, entah berapa banyak lagi beban yang diakibatkan.
Dulu jika tidak salah, Google pernah mencoba hal yang sama melalui Google Latitude, tapi berselang beberapa tahun layanan tersebut ditutup karena tidak memberikan ketertarikan. Tampaknya orang lebih suka memanfaatkan layanan yang hanya memberikan di mana dia berada dan masuk ke tempat-tempat populer. Dimulai oleh Foursquare, kemudian ditiru oleh banyak jejaring sosial populer lainnya seperti Google dan Facebook.
BlackBerry berbagi likasi menggunakan dukungan dari Glympse Inc.
BlackBerry mengakses langsung GPS pada ponsel, dan memberikan lokasi kita pada rekan atau kontak BBM yang hendak kita beritahukan lokasi kita.
Mungkin aplikasi ini membantu bagi dua orang atau beberapa pihak yang ingin bertemu di suatu lokasi, rapat atau reunian misalnya. Tapi ini hanya akan membantu jika lokasi pertemuan itu baru bagi orang-orang tersebut, mereka yang sudah terbiasa dengan lingkungan atau kotanya, mungkin tidak akan menggunakan aplikasi ini.
Kadang saya tidak yakin jika aplikasi ini sinkron dengan ponsel BlackBerry sendiri, terutama yang model lawas. Beberapa hari yang lalu, saya “diprotes” teman karena menggunakan emotikon yang tidak terbaca via BBM. Padahal emotikon itu didapatkan dari pembaruan aplikasi BBM di Android. Ketika saya minta dia memperbarui aplikasi BBM di ponsel BlackBerry miliknya, dia tetap tidak bisa melihat emotikon saya, akhirnya saya kena protes lagi. Bisa jadi hal yang sama terjadi pada fitur ini.
Tapi kembali pada popularitas pasar. Seperti dulu orang bertanya, siapa yang akan membeli teh dalam botol atau air mineral dalam kemasan? Siapa tahu fitur baru ini malah disukai banyak orang. Tapi saya sendiri mungkin belum kepikiran akan digunakan untuk apa.
Apa yang akan kita lakukan jika kita mengirim orang posisi kita selama beberapa menit ke depan?
Filariasis limfatik atau kaki gajah bukan sekadar bengkak biasa, melainkan hasil kerusakan sistem getah bening bertahun-tahun akibat cacing yang ditularkan nyamuk. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis, manajemen limfedema tujuh tahap, dan tantangan unik Indonesia sebagai satu-satunya negara dengan tiga spesies cacing filaria sekaligus.
Setiap kali rumah sakit direnovasi, debu konstruksi membawa risiko infeksi jamur yang bisa mengancam nyawa pasien imunokompromais. Artikel ini mengulas metode ICRA—dari matriks klasik hingga pembaruan ASHE ICRA 2.0—bukti ilmiah di balik aspergilosis terkait konstruksi, kedudukannya dalam regulasi Indonesia, serta praktik terbaik yang seharusnya diterapkan setiap fasilitas kesehatan.
Perpindahan ke Linux sering kali menimbulkan “kejutan budaya” bagi pengguna baru yang terbiasa dengan Windows atau macOS. Tantangan meliputi manajemen paket yang asing, ketersediaan software, masalah driver, penggunaan command line, dan pilihan distro. Adaptasi lebih mudah bagi developer, power user, dan gamer, sementara pengguna awam mungkin kesulitan. Kesiapan mental dan pemilihan distro yang tepat sangat penting untuk transisi yang baik.
Keluhan pasien bukan ancaman, melainkan peluang mutu. Artikel ini mengulas asal-usul kerangka L.E.A.S.T dan L.A.T.T.E dari ilmu manajemen jasa, bukti bahwa pelatihan komunikasi saja tak cukup mengatasi hambatan sistemik dan burnout staf, serta bagaimana hak mengadu pasien dalam UU 17/2023 perlu diimbangi sistem pendukung di faskes Indonesia.
Tidak ada pasal tunggal yang mewajibkan pentest bagi rumah sakit di Indonesia — tetapi UU PDP, kategorisasi risiko sistem elektronik, status Infrastruktur Informasi Vital, dan ekspektasi akreditasi bersama-sama menciptakan kewajiban de facto yang sulit dihindari. Artikel ini memetakan empat jalur regulasi tersebut dan memberi rekomendasi realistis sesuai skala fasilitas.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
hehe … kalau mau sedikit ringan tapi menshare lokasi saya sih mending milih viber … BBM Android not for me (right now 😀 * prosesor dan RAM masih kecil bos!*)
Tinggalkan Balasan