A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Belakangan ini saya menyadari saya akan bekerja dengan banyak presentasi, dan tidak nyamannya ketika banyak orang masih menggunakan Windows dan Microsoft Office – maka kebanyakan berkas presentasi akan masuk ke dalam perangkat lunak PowerPoint yang sudah terkenal sejak dulu. Perangkat lunak lain akan kesulitan untuk mendapatkan kesan yang sama elegannya. Saya sendiri lebih tenang menggunakan berkas ODP untuk presentasi, tapi tidak demikian dengan pengguna Windows.

Alternatifnya adalah mencari aplikasi lain yang bisa, setidaknya menampilkan presentasi di Linux mendekati presentasi yang dihasilkan oleh PowerPoint di Windows. Sementara LibreOffice memang bisa membuka presentasi yang memiliki format .ppt atau .pptx walau sering kali jika hendak stabil harus dikonversi lagi ke dalam bentuk .odp sehingga tidak macet di tengah presentasi, apalagi menggunakan netbook low end.

Lalu saya mengunjungi Internet untuk mendapatkan pencerahan kira-kira adakah aplikasi yang bisa saya gunakan untuk presentasi dapat harus susah payah mengubah format dan kadang melakukan sentuhan tambahan?

Jawaban sederhana yang pertama keluar adalah menggunakan OneDrive dari Microsoft, tentu saja aplikasi awan ini bisa menampilkan presentasi dengan baik setelah saya coba. Tapi pada wilayah-wilayah perkantoran yang belum memiliki kemandirian dan ketahanan dalam jaringan Internet, mengandalkan pencadangan awan untuk melakukan presentasi bisa berakhir sebagai mimpi buruk.

Akhirnya saya mencoba memilih Kingsoft Office yang sudah cukup terkenal sebagai aplikasi perkantoran yang punya versi gratis sejak dulu.

Kebetulan mereka memiliki versi gratis untuk Linux yang merupakan Kingsoft WPS Office for Linux Alpha, yang bermakna tengah dalam pengembangan. Saya langsung saja menuju situs tersebut dan mengunduh berkas RPM yang bisa dipasang pada openSUSE yang saya gunakan. Tidak besar, sekitar 140 MB saja unduhannya.

Kingsoft Office for Linux
Tampilan aplikasi Presentation dari Kingsoft Office for Linux Alpha 12 yang saya jalankan pada openSUSE Tumbleweed. Tampak memang belum bisa melakukan konversi dengan baik, namun setidaknya lebih baik dibandingkan yang ditampilkan oleh LibreOffice 4.1.x saat ini.

Saat mengunduh berkas instalasi terbaru, saya hanya tinggal memilih membukanya dengan apper installer, sisanya sistem akan menyelesaikan semuanya. Benar-benar mudah prosesnya.

Opsi lain memasang aplikasi ini adalah menggunakan tambahan repositori yang bisa langsung dipasang dengan memanfaatkan fitur 1-click-install dari situs koleksi software openSUSE, hanya saja karena masih dalam tahap alfa, mungkin pembaruan ke dalam repositori juga tidak serta merta tersedia.

Ide saya adalah, jika ini bisa digunakan untuk presentasi, ada kemungkinan bahwa nantinya komputer yang berbasis Windows bisa disarankan menggunakan aplikasi Kingsoft yang gratis untuk mengerjakan presentasi – sehingga mereka yang menggunakan sistem operasi Linux juga bisa menyuntingnya dengan tenang. Sayangnya, versi alfa ini masih perlu pematangan, karena masih banyak yang terasa agak kurang.

Artikel Baru Terbit

  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
  • Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Ketika Antibodi Ibu Jadi Perisai Pertama Bayi
    Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
  • Guru di Garis Depan: Panduan Baru UNESCO, UNICEF, dan WHO untuk Menjaga Kesehatan Jiwa di Ruang Kelas
    Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
  • Ketika Si Kecil Tiba-Tiba Sering Haus dan Berat Badannya Turun: Mengenal Diabetes Melitus Tipe 1
    Diabetes melitus tipe 1 pada anak Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, namun tujuh dari sepuluh kasus baru terdiagnosis setelah jatuh ke ketoasidosis diabetikum. Artikel ini membahas patofisiologi, kriteria diagnosis, lima pilar pengelolaan, teknologi CGM, imunoterapi teplizumab, serta konteks jaminan BPJS Kesehatan bagi penyandang DMT1.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca