A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Beberapa hari belakangan saya sibuk berburu sistem operasi berbasis Linux yang mampu berjalan pada mesin tua dengan kapasitas RAM di bawah 512 MB. Banyak distro yang sebenarnya asyik dulu, kini sudah tidak ada lagi. Dan banyak distro baru yang kemampuannya belum sempat saya coba oleh karena sudah lama tidak berganti-ganti distribusi lagi.

Istri saya memiliki komputer tua yang berusia sekitar 9-10 tahun, yang mungkin tidak banyak orang mau menggunakannya lagi. Ketika diminta mencarikan pembeli, saya rasa tidak ada juga yang mau membelinya. Maka saya pindahkan komputer tersebut  ke kantor, pada awalnya masih berjalan dengan sistem operasi Windows XP SP2 yang tersendat-sendat, maklum, Windows XP sendiri sebenarnya sudah meminta memori sekitar 512 MB – 1 GB RAM, sehingga bisa berjalan optimal.

Komputer ini sendiri berjalan dengan Prosesor Intel Pentium IV 2,4 GHz, tentunya masih single core, dan dua keping RAM DDR sebesar 128 MB dan 256 MB, dan cakram keras sebesar 40 GB. Untuk komputer tempo satu dasawarsa yang lalu, ini adalah sebuah mesin yang canggih guna mengerjakan tugas perkantoran dan sekolah. Tapi sekarang mungkin akan pada enggan untuk menggunakannya. Bahkan gawai saja sekarang sudah jauh lebih baik lagi spesifikasinya.

Saya mencoba sejumlah distribusi, seperti Linux Lite, namun tidak membuahkan hasil. Lalu saya ingat yang disampaikan oleh Mas Rangga, bahwa ada distribusi LXLE yang berbasis Ubuntu dan LXDE.

Maka saya pun mengunduhnya, memasukkan berkas instalasi ke dalam USB dengan Lili Loader, dan memasangnya di komputer. Memang agak was-was, tetapi ternyata bisa berjalan dengan lancar.

LXLE
Tampilan LXLE di PC Tua, ikonnya memang agak kurang menyenangkan bagi saya. Tapi sisanya tidak masalah, ikon pun bisa diganti.

Berikut hasil analisis sistem yang dikeluarkan oleh LXLE:

-Computer-
Processor                       : Intel(R) Pentium(R) 4 CPU 2.40GHz
Memory                          : 378MB (266MB used)
Operating System        : Ubuntu 12.04.4 LTS
User Name                    : cahya (Cahya Legawa)
Date/Time                     : Fri 10 Oct 2014 08:52:20 AM WIB
-Display-
Resolution                     : 1366×768 pixels
OpenGL Renderer       : Unknown
X11 Vendor                    : The X.Org Foundation
-Multimedia-
Audio Adapter              : ICH4 – Intel ICH5
Audio Adapter              : MPU-401 UART – MPU-401 UART
-Input Devices-
Power Button
Power Button
USB USB Keykoard
USB USB Keykoard
ImPS/2 Generic Wheel Mouse
-Printers-
No printers found
-SCSI Disks-
ATA ST340014A
ASUS DVD-E616P2

Secara keseluruhan, hasil ini baik untuk komputer lama. Saya memang tidak menuntut banyak, asalkan bisa saya gunakan untuk menyelesaikan tugas kantor, maka akan cukup baik bagi saya. Mungkin juga belum waktunya komputer tua ini masuk ke dalam wilayah penjualan untuk jadi korban kanibal bagi komputer lainnya.

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Kelamin Bayi Tak Sesuai “Buku Panduan”: Mengenal Differences in Sex Development
    DSD adalah kondisi kongenital ketika kromosom, gonad, dan anatomi seks seseorang tidak berkembang selaras—bukan gangguan orientasi seksual. Artikel ini mengulas klasifikasi, diagnosis, tata laksana multidisiplin, serta konteks Indonesia: keterbatasan data epidemiologi, stigma sosial, dan jalur hukum penetapan status kelamin lewat pengadilan sesuai UU Adminduk.
  • Ketika Diabetes Mengancam Penglihatan: Mengenal Retinopati Diabetik
    Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.
  • Ketika Diabetes Menjadi Kegawatdaruratan: Mengenal Ketoasidosis Diabetik
    Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
  • Bukan Sekadar Pikun: Menyimak Pedoman Nasional Tata Laksana Demensia 2026
    Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
  • Satu Kali Kejang, Lalu Apa? Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Epilepsi Dewasa 2026
    Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca