Film awal Planes memang cukup menarik. Tapi kali ini lanjutannya Planes: Fire & Rescue menurut saya tidak begitu menarik. Namun apa film dari Disney membosankan? tetap saja cukup membuat kita senang menontonnya. Terutama anak-anak tentu saja; saya rasa anak-anak akan sangat menonton film ini di waktu libur mereka, karena kemasan memang ditujukan bagi anak-anak, terutama bagaimana mereka bisa menghargai para pemadam kebakaran.
Poster resmi Planes: Fire & Rescue. Masih tetap mengambil tokoh utama Dusty.
Saya sendiri merasa jalan ceritanya mungkin sudah tidak sesuai dengan orang seumuran saya. Tapi karena memang menyukai film animasi, jadi yang satu ini jangan sampai terlewatkan.
Kisahnya kali ini adalah ketika Dusty menemukan kerusakan pada mesin gearbox-nya, menyebabkan dia tidak bisa memacu diri kembali – atau dia akan jatuh. Frustasi kehilangan jati diri sebagai pembalap di udara, Dusty mencoba terbang malam, dan justru mengakibatkan kecelakaan dan kebakaran di bandara lokalnya, sehingga bandara tersebut ditutup oleh pihak berwenang. Guna mengatasi rasa bersalahnya, Dusty pun pergi untuk mendapatkan sertifikasi sebagai pemadam kebakaran; di sinilah petualangan baru si pesawat penyemprot hama ini dimulai.
Komedi yang segar, petualangan yang nyaman disaksikan, tokoh antogonis yang pandai menjilat, semuanya diracik menjadi sebuah film yang menarik bagi pasarnya.
Oke, saya hanya bisa memberikan nilai 7/10 untuk film animasi yang satu ini. Tidak menarik, namun sangat jauh dari buruk tentu saja. Mungkin karena ditujukan bagi anak-anak, sehingga pengkarakterannya kurang kuat.
Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.
Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
semakin tua saya semakin tidak mengikuti animasi 😀 bawaan umur yg semakin uzur mungkin … hehehe … d rumah ada DVD mr. pebody & sherman aja belom saya tonton…. LOL …
Kayaknya ini film terakhir yang aku tonton sama keponakan2ku di bioskop. Aku lupa euy adegannya apaan yang bisa bikin aku nangis. *cengeng* Klo keponakan2ku suka banget sama film ini. Kata mereka, “Dusty keren!” – padahal belum bisa baca subtitlenya. 😀
Tinggalkan Balasan