A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pertama-tama, izinkan saya selaku penulis mengucapkan selamat Tahun Baru 2016 – dan semoga menjadi tahun yang baik bagi kita semua. Saya menyadari bahwa tahun 2015 adalah tahun yang ‘kurang’ begitu baik dalam hal menulis, tentu saja yang saya maksudkan adalah produktivitas menulis yang menurun. Saya berharap – walau sekadar cuma berani berharap – bahwa produktivitas ini akan kembali pada tahun 2016 ini.

Bukan hanya menulis blog yang berkurang, namun juga aktivitas di jejaring sosial lainnya. Twitter misalnya, hampir tidak saya sentuh pada tahun 2015. Jejaring berita nyaris terlupakan. Saya sendiri sadar, bahwa memasuki dunia kerja yang serius, semua harus mendapatkan porsi waktu tersendiri.

Tapi juga karena saya menghidupkan dua proyek baru di dunia maya, pertama adalah Mediskripta – pecahan dari Bhyllabus yang khusus untuk menampilkan tulisan mengenai dunia kedokteran dan kesehatan – yang beruntung pada akhir tahun ini mendapatkan kepercayaan dan sertifikasi HONcode, sebuah NGO Internasional yang melakukan sertifikasi pada situs-situs penyedia informasi kesehatan. Sedangkan, proyek kedua adalah ‘menyulap’ Arunametta dari toko kelontong daring menjadi sebuah situs web memuat karya manuskrip saya – Lembayung Ema – yang merupakan bagian dari proyek Papirus di Bhyllabus juga.

Pada akhirnya, menulis adalah obat stres saya – seperti pelega dahaga ketika kepenatan datang menimpa.

Pada tahun yang baru ini, untuk menyegarkan suasana, saya mengganti tampilan Bhyllabus menjadi lebih sederhana, layaknya sebuah blog pribadi. Tentunya dengan fitur-fitur lama yang masih tersedia dengan baik. Saya berharap, yang berkunjung ke Bhyllabus dapat menemukan tempat membaca yang lebih nyaman.

Selamat menikmati wajah baru Bhyllabus ini.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar Agus Siswoyo

    Terkadang saya nggak terlalu mikirin tampilan blog. Karena semakin dioprek, theme blog akan semakin terasa kekurangannya. So, saya sekarang fokus ke konten blog saja. Tampilan blog Bli Cahya ini so bloggy, like mine. 🙂

    1. Avatar Cahya

      Wah… Saya sih biar tambah gairah saja ngeblognya ?

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca