A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Lebih dikenal sebagai “I Shall Seal the Heaven”, novel karya Er Gen ini menjadi salah satu novel xanxia favorit saya di tahun ini. Mungkin bisa dibilang sepeti saya menyukai karya wuxia “Condor Trilogy” yang sempat populer di Indonesia ketika saya masih kecil dulu.

If I want something, the Heavens better have it. If I don’t want something, the Heavens better not have it! This is a story which originates between the eighth and ninth mountains, a world in which “My fate is to seal the Heavens like a demon!”

Novel ringan ini berkisah tentang seorang pelajar (sastrawan) muda bernama Meng Hao, namun nasibnya tidak begitu baik untuk mencoba menjadi abdi negara – pekerja pemerintahan. Dalam perjalanan pulang dari ujian negara, tanpa sengaja ia diculik dan dibawa ke sebuah perguruan Dao yang memang sedang merekrut murid. Namun bukannya menjadi murid, Meng Hao justru hanya menjadi ‘pekerja kasar’.

Hanya saja, sifat keras kepala Meng Hao dan keinginannya untuk mengubah ‘takdir’ membuat dia menempuh perjalanan panjang. Membangun persahabat, kisah romantisme yang terselubung tabir misteri, hingga menentang banyak kekuatan dan membuatnya menjadi orang yang paling dibenci sekaligus paling dipuja.

Perjalanan Meng Hao penuh ‘cobaan’ dan ‘rintangan’ – namun perlahan-lahan dia mencoba menemukan rahasia pelbagai Dao – jalan kemistikan dan rahasia semesta.

Karya sastra dari negeri Tiongkok ini memiliki alur cerita yang lambat, karakter utama dimulai sebagai tokoh yang lemah dan pelan-pelan menjadi kuat. Bahkan saking lemahnya, sering kali dia menemukan dirinya harus melarikan diri dari musuh-musuhnya yang jauh lebih kuat. Banyak orang mungkin tidak sabaran membaca kisah ini.

Saya sendiri belum menyelesaikan kisahnya, karena novel ini belum ‘tamat’ – alias belum mencapai akhir cerita setahu saya. Tapi saya menyukai bahasa sastra yang digunakan di dalamnya, renyah, ringan, dan kaya makna.

Artikel Baru Terbit

  • Siklotimia: Ketika “Naik-Turun Suasana Hati” Bukan Sekadar Karakter
    Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
  • Buah Delima dan Jantung yang Kaku: Mengenal Urolithin A, Harapan Baru untuk Gagal Jantung HFpEF
    Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca