Lebih dikenal sebagai “I Shall Seal the Heaven”, novel karya Er Gen ini menjadi salah satu novel xanxia favorit saya di tahun ini. Mungkin bisa dibilang sepeti saya menyukai karya wuxia “Condor Trilogy” yang sempat populer di Indonesia ketika saya masih kecil dulu.
If I want something, the Heavens better have it. If I don’t want something, the Heavens better not have it! This is a story which originates between the eighth and ninth mountains, a world in which “My fate is to seal the Heavens like a demon!”
Novel ringan ini berkisah tentang seorang pelajar (sastrawan) muda bernama Meng Hao, namun nasibnya tidak begitu baik untuk mencoba menjadi abdi negara – pekerja pemerintahan. Dalam perjalanan pulang dari ujian negara, tanpa sengaja ia diculik dan dibawa ke sebuah perguruan Dao yang memang sedang merekrut murid. Namun bukannya menjadi murid, Meng Hao justru hanya menjadi ‘pekerja kasar’.
Hanya saja, sifat keras kepala Meng Hao dan keinginannya untuk mengubah ‘takdir’ membuat dia menempuh perjalanan panjang. Membangun persahabat, kisah romantisme yang terselubung tabir misteri, hingga menentang banyak kekuatan dan membuatnya menjadi orang yang paling dibenci sekaligus paling dipuja.
Perjalanan Meng Hao penuh ‘cobaan’ dan ‘rintangan’ – namun perlahan-lahan dia mencoba menemukan rahasia pelbagai Dao – jalan kemistikan dan rahasia semesta.
Karya sastra dari negeri Tiongkok ini memiliki alur cerita yang lambat, karakter utama dimulai sebagai tokoh yang lemah dan pelan-pelan menjadi kuat. Bahkan saking lemahnya, sering kali dia menemukan dirinya harus melarikan diri dari musuh-musuhnya yang jauh lebih kuat. Banyak orang mungkin tidak sabaran membaca kisah ini.
Saya sendiri belum menyelesaikan kisahnya, karena novel ini belum ‘tamat’ – alias belum mencapai akhir cerita setahu saya. Tapi saya menyukai bahasa sastra yang digunakan di dalamnya, renyah, ringan, dan kaya makna.
Bunga segar, tanaman pot, bingkai, dan relief dinding mempercantik suasana ruang rawat, tetapi dapat menjadi reservoir mikroba, terutama bagi pasien dengan imunitas sangat rendah. Artikel ini menimbang bukti ilmiah terbaru, pedoman CDC, dan konteks Indonesia, lalu menawarkan kerangka zonasi yang praktis agar keindahan ruang dan keselamatan pasien dapat berjalan beriringan.
Seorang virolog Kroasia menyuntikkan virus campak dan virus stomatitis vesikular ke tumor payudaranya sendiri, lalu tumor menyusut dan dapat dioperasi. Kisah ini memicu perdebatan etika dan harapan baru bagi terapi virus onkolitik. Artikel ini menimbang bukti, keterbatasan, dan pelajarannya bagi Indonesia. Ini bukan anjuran mencoba sendiri, melainkan bahan refleksi klinis.
DSD adalah kondisi kongenital ketika kromosom, gonad, dan anatomi seks seseorang tidak berkembang selaras—bukan gangguan orientasi seksual. Artikel ini mengulas klasifikasi, diagnosis, tata laksana multidisiplin, serta konteks Indonesia: keterbatasan data epidemiologi, stigma sosial, dan jalur hukum penetapan status kelamin lewat pengadilan sesuai UU Adminduk.
Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.
Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan