A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Film Naruto: The Last bisa dikatakan film animasi penutup bagi kisah petualangan Naruto dan kawan-kawannya. Tapi sekaligus sebagai pembungkus resmi kisah asmara tokoh Naruto yang tidak pernah ‘dinyatakan’ secara gamblang dalam serial cerita sebelumnya oleh Masashi Kishimoto. Tentu saja dari banyak bocoran, orang sudah tahu sebelum film ini tayang perdana, bahwa Naruto akhirnya menempuh hidup bersama dengan Hinata.

Meskipun banyak yang protes, mengapa jalan cerita tidak menunjukkan Naruto berakhir bersama dengan Sakura? Tapi untungnya saya tidak mengikuti serial Naruto, sehingga tidak terlalu punya banyak komentar akan isu ini. Saya hanya mengikuti film animasinya saja.

http://naruto.wikia.com/wiki/The_Last:_Naruto_the_Movie

Dibandingkan film animasi petualangan, rasanya lebih tepat dikatakan bahwa film Naruto: The Last merupakan film romantis antara dua anak muda yang baru saja melewati masa remajanya. Di mana ‘cinta monyet’ sudah ‘layak’ berakhir di sini.

Saya tidak hendak menulis mengenai jalan dan latar cerita, karena banyak tempat sudah menulisnya. Namun sebagai film penutup (walau ada lanjutannya Baruto), apa yang ditampilkan di film ini menurut saya sudah sangat pas. Dan sebuah ‘happy ending‘ yang biasanya disukai banyak orang, tentunya sebagaimana khas dari anime dari negeri sakura, berakhir juga dengan ‘peaceful ending‘.

Saya mungkin terlambat setahun menulis tentang film ini. Hanya saja sebagai penggemar animasi, saya tidak ingin melewatkannya. Apalagi mereka yang mengaku fans Naruto, tentu saja tidak akan ketinggalan bukan?

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Diabetes Menjadi Kegawatdaruratan: Mengenal Ketoasidosis Diabetik
    Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
  • Bukan Sekadar Pikun: Menyimak Pedoman Nasional Tata Laksana Demensia 2026
    Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
  • Satu Kali Kejang, Lalu Apa? Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Epilepsi Dewasa 2026
    Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
  • Sang Peniru Ulung yang Bisa Diobati: Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Sifilis
    Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.
  • Sebelum Kelas Pertama Dibuka: Cara Kemenkes Menimbang Program Studi Kesehatan Baru
    Keputusan Menteri Kesehatan 294/2026 mengatur syarat rekomendasi untuk membuka program studi kesehatan baru, mencakup kajian kesesuaian dengan kebutuhan tenaga kesehatan, kerja sama dengan fasilitas terakreditasi, dan penjaminan mutu. Tujuan utama adalah menyeimbangkan jumlah lulusan dengan kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan pemerataan tenaga medis.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    ya, saya sudah menonton di bioskop ketika film ini dirilis 2 tahun lalu … deh…
    banyak yg saya tidak tahu karena engga ngikutin LOL …
    mengenai film anaknya … ada rumor Naruto-nya meninggal … jadi males saya nonton … hehehe …

    1. Avatar Cahya

      Kalau ndak meninggal, itu mah khasnya kisah-kisah xanxia ala negeri Tiongkok. Kalau di Jepang, tokohnya ndak abadi.

      1. Avatar gadgetboi

        enakan nonton dragonballz yg mati bisa dihidupkan kembali LOL … itu Ressurection F epic sekali

      2. Avatar Cahya

        Lah, tapi terakhirnya semua mati, cuma sisa cicitnya Go ku. ?

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca