Visualisasi data adalah topik yang penting dalam melakukan presentasi, karena informasi yang kita sampaikan pada para pemirsa kita adalah berupa data – oke kecuali Anda sedang menyampaikan dongeng itu beda lagi. Tulisan sahabat baik saya dalam “Riset: visualisasi data kesehatan Indonesia sulit dibaca, apa penyebabnya?” mengungkapkan masih lemahnya kemampuan kita dalam melakukan penyampaian data melalui visualisasi.
Apa yang bisa membantu Anda melakukan visualisasi data dengan baik? Tentu saja pendukung seperti perangkat lunak dan aplikasi.
Apalagi ketika kita berbicara mengenai presentasi, kita akan lebih suka melirik media presentasi sejuta umat – Microsoft PowerPoint. Tinggalnya sejenak Prezi yang dibahas sebelumnya.
Saya akan memilihkan salah satu tambahan pengaya PowerPoint yang bernama Power-user yang bisa digunakan untuk melakukan visualisasi data via PowerPoint (plus juga bisa pada Microsoft Word).
Pratampil Pita Power-user pada PowerPoint 365 / Windows 10.
Mengapa saya memilihkan ini? Karena ini tersedia secara gratis bagi para mahasiswa/pelajar dengan mendaftar menggunakan akun surat elektronik akademik masing-masing. Bahkan Anda bisa meminta penanggung jawab TI di kampus untuk bisa menyediakan kerja sama antara kampus dan pengembang perangkat lunak ini, sehingga bisa disediakan bagi mahasiswa.
Sebenarnya visualisasi data hanya satu dari beberapa kemampuan power-user, yang di antaranya termasuk:
Merapikan presentasi (berbahasa Inggris);
Agenda
Chart+
Mengganti warna
Simpan & kirim salah satu bagian dari presentasi
Jika Anda adalah dosen atau mahasiswa, aplikasi ini akan sangat membantu menyampaikan pesan data Anda kepada mereka yang berada di depan layar.
Bunga segar, tanaman pot, bingkai, dan relief dinding mempercantik suasana ruang rawat, tetapi dapat menjadi reservoir mikroba, terutama bagi pasien dengan imunitas sangat rendah. Artikel ini menimbang bukti ilmiah terbaru, pedoman CDC, dan konteks Indonesia, lalu menawarkan kerangka zonasi yang praktis agar keindahan ruang dan keselamatan pasien dapat berjalan beriringan.
Seorang virolog Kroasia menyuntikkan virus campak dan virus stomatitis vesikular ke tumor payudaranya sendiri, lalu tumor menyusut dan dapat dioperasi. Kisah ini memicu perdebatan etika dan harapan baru bagi terapi virus onkolitik. Artikel ini menimbang bukti, keterbatasan, dan pelajarannya bagi Indonesia. Ini bukan anjuran mencoba sendiri, melainkan bahan refleksi klinis.
DSD adalah kondisi kongenital ketika kromosom, gonad, dan anatomi seks seseorang tidak berkembang selaras—bukan gangguan orientasi seksual. Artikel ini mengulas klasifikasi, diagnosis, tata laksana multidisiplin, serta konteks Indonesia: keterbatasan data epidemiologi, stigma sosial, dan jalur hukum penetapan status kelamin lewat pengadilan sesuai UU Adminduk.
Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.
Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan