Visualisasi data adalah topik yang penting dalam melakukan presentasi, karena informasi yang kita sampaikan pada para pemirsa kita adalah berupa data – oke kecuali Anda sedang menyampaikan dongeng itu beda lagi. Tulisan sahabat baik saya dalam “Riset: visualisasi data kesehatan Indonesia sulit dibaca, apa penyebabnya?” mengungkapkan masih lemahnya kemampuan kita dalam melakukan penyampaian data melalui visualisasi.
Apa yang bisa membantu Anda melakukan visualisasi data dengan baik? Tentu saja pendukung seperti perangkat lunak dan aplikasi.
Apalagi ketika kita berbicara mengenai presentasi, kita akan lebih suka melirik media presentasi sejuta umat – Microsoft PowerPoint. Tinggalnya sejenak Prezi yang dibahas sebelumnya.
Saya akan memilihkan salah satu tambahan pengaya PowerPoint yang bernama Power-user yang bisa digunakan untuk melakukan visualisasi data via PowerPoint (plus juga bisa pada Microsoft Word).
Pratampil Pita Power-user pada PowerPoint 365 / Windows 10.
Mengapa saya memilihkan ini? Karena ini tersedia secara gratis bagi para mahasiswa/pelajar dengan mendaftar menggunakan akun surat elektronik akademik masing-masing. Bahkan Anda bisa meminta penanggung jawab TI di kampus untuk bisa menyediakan kerja sama antara kampus dan pengembang perangkat lunak ini, sehingga bisa disediakan bagi mahasiswa.
Sebenarnya visualisasi data hanya satu dari beberapa kemampuan power-user, yang di antaranya termasuk:
Merapikan presentasi (berbahasa Inggris);
Agenda
Chart+
Mengganti warna
Simpan & kirim salah satu bagian dari presentasi
Jika Anda adalah dosen atau mahasiswa, aplikasi ini akan sangat membantu menyampaikan pesan data Anda kepada mereka yang berada di depan layar.
Cystic fibrosis adalah kelainan genetik langka yang mengganggu transpor cairan di paru, pankreas, dan organ lain, menyebabkan infeksi paru berulang serta gangguan pencernaan. Meski jarang di Asia, kasus tetap ditemukan di Indonesia. Artikel ini membahas patofisiologi, diagnosis melalui uji keringat, serta era baru terapi CFTR modulator dan tantangan aksesnya.
Studi fase 3 UP-AA1/UP-AA2 di JAMA Dermatology menunjukkan upadacitinib—obat rematik golongan JAK inhibitor—membantu hingga 55% penderita alopesia areata berat menumbuhkan kembali minimal 80% rambut kulit kepala dalam 24 minggu. Meski menjanjikan, obat ini belum disetujui resmi untuk indikasi ini di Indonesia maupun global.
Siklotimia adalah gangguan mood kronis yang ditandai ayunan hipomania dan depresi ringan selama minimal dua tahun, sering disalahartikan sebagai kepribadian labil. Artikel ini membahas kriteria diagnostik DSM-5-TR, risiko berkembang menjadi bipolar, serta tata laksana yang menempatkan psikoterapi sebagai lini pertama sebelum farmakoterapi.
Urolithin A, senyawa yang dihasilkan dari konsumsi buah delima, menunjukkan potensi dalam mengobati gagal jantung HFpEF dengan memperbaiki relaksasi otot jantung melalui aktivasi protein PKGIα. Meskipun hasil uji pada hewan dan jaringan manusia menjanjikan, uji klinis pada pasien masih diperlukan sebelum penerapan terapi ini.
Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan