A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Anda mungkin mengenal kisah-kisah Tansen, nama lengkapnya adalah Miyan Tansen atau Ramtanu Pandey (1439/1506 – 1586/1589), ia adalah salah satu dari komposer musik terhebat di era musik klasik Hindustan. Ia juga seorang vokalis dengan bakat luar biasa, dan merupakan bagian kebanggaan dari Navaratnas (sembilan mutiara) oleh Kaisar Akbar dari Kekaisaran Mughal.

Sebagai ahli musik istana yang termasyhur, Akbar sangat senang mendengarkan saat-saat Tansen menyanyi. Jika ia menyanyikan raag Meghamala, maka awan-awan akan menebal di langit. Jika ia menyanyikan raag Varuna, maka hujan lebat akan turun. Bila ia menyanyikan Nagasvara, maka ular-ular akan datang dari segenap penjuru dan berkumpul. Tidak salah jika Kaisar Akbar sangat bangga dengan ahli musiknya.

Suatu hari, sang kaisar sedang berdoa, namun di kejauhan didengarnya tembang yang dilantunkan seorang Haridasa – penyanyi pengembara – pengemis yang menyanyi diiringi alat musik berdawai tunggal. Namun entah mengapa, lantunan lagu itu membuat hati sang kaisar tergerak & terharu pun terpesona.

Ia bertanya kepada Tansen, mengapa lagu itu begitu memikat hatinya, melebihi lagu-lagu Tansen yang sering ia bawakan di istina kekaisaran?

Tansen menjawab dengan hormat, “Yang Mulia, saya menyanyi sambil memandang wajah anda untuk melihat tanda-tanda penghargaan dengan harapan Yang Mulia akan menganugerahkan batu permata indah atau beberapa bidang tanah. Namun Haridasa ini menyanyi sambil memandang wajah Tuhan tanpa keserakahan untuk kekayaan material atau ambisi akan barang-barang duniawi. Itulah perbedaannya Yang Mulia.”

Artikel Baru Terbit

  • Mitos Kesehatan Seksual: Antara Pil KB, Metode Tarik, dan Kloset Umum
    Mitos seputar kesehatan seksual — dari pil KB yang dianggap mencegah IMS hingga anggapan dudukan kloset bisa menularkan penyakit — masih beredar luas. Artikel ini meluruskan sembilan mitos utama dengan data terkini kasus IMS dan HIV di Indonesia, serta menjelaskan akses layanan skrining dan pengobatan gratis melalui JKN.
  • Indah di Mata, Perlu Ditimbang di Ruang Rawat: Bunga, Tanaman, dan Hiasan Dinding dalam Kacamata Pencegahan Infeksi
    Bunga segar, tanaman pot, bingkai, dan relief dinding mempercantik suasana ruang rawat, tetapi dapat menjadi reservoir mikroba, terutama bagi pasien dengan imunitas sangat rendah. Artikel ini menimbang bukti ilmiah terbaru, pedoman CDC, dan konteks Indonesia, lalu menawarkan kerangka zonasi yang praktis agar keindahan ruang dan keselamatan pasien dapat berjalan beriringan.
  • Virus untuk Melawan Kanker: Menimbang Kisah Virolog yang Menjadi Pasien Sekaligus Peneliti
    Seorang virolog Kroasia menyuntikkan virus campak dan virus stomatitis vesikular ke tumor payudaranya sendiri, lalu tumor menyusut dan dapat dioperasi. Kisah ini memicu perdebatan etika dan harapan baru bagi terapi virus onkolitik. Artikel ini menimbang bukti, keterbatasan, dan pelajarannya bagi Indonesia. Ini bukan anjuran mencoba sendiri, melainkan bahan refleksi klinis.
  • Ketika Kelamin Bayi Tak Sesuai “Buku Panduan”: Mengenal Differences in Sex Development
    DSD adalah kondisi kongenital ketika kromosom, gonad, dan anatomi seks seseorang tidak berkembang selaras—bukan gangguan orientasi seksual. Artikel ini mengulas klasifikasi, diagnosis, tata laksana multidisiplin, serta konteks Indonesia: keterbatasan data epidemiologi, stigma sosial, dan jalur hukum penetapan status kelamin lewat pengadilan sesuai UU Adminduk.
  • Ketika Diabetes Mengancam Penglihatan: Mengenal Retinopati Diabetik
    Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

7 tanggapan

  1. Avatar TuSuda
    TuSuda

    Inilah hikmah hakiki dari sebuah pelayanan sejati semata-mata hanya untuk Yang Kuasa. Karena kita adalah hamba abadi Dari-NYA.

  2. Avatar Admin
    Admin

    Bahkan seorang Tansen pun hanya sanggup menyentuh dibatas kagum seorang Kaisar tidak menyentuh hatinya seperti yang dilakukan seorang Haridasa

  3. Avatar Hariez
    Hariez

    kangen lama tak kunjung kesini Pak… 😀

    saya rasa apa yang dikatakan Tansen benar, dimana seorang Haridasa hanya berharap Ridho dari Tuhan bukan dari sesamanya. Itu yang saya tangkap dari tulisan Anda Pak

    salam hangat

  4. Avatar budiastawa
    budiastawa

    Melakukan sesuatu yang didasari hati pamrih ataupun ikhlas, akan mendatangkan hasil yang berbeda pula. Tentunya hal yang didasari ikhlas nilainya akan lebih tinggi. Begitulah yang saya tangkap dari cerita di atas.

  5. Avatar Hary4n4
    Hary4n4

    kemurnian memang selalu melahirkan karya indah dan kebahagiaan yg terdalam…

  6. Avatar Mr, Kem
    Mr, Kem

    selalu bersyukur dan nimati segala pemberian NYA..memang jauh lebih indah

  7. Avatar PF
    PF

    Lakukan sebuah tugas/kewajibn dengan iklas. Pamrih yang tiada berujung, membuat kita seperti pengemis 🙁

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca