A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Narablog ada beberapa yang gemar menambahkan tweet button di blog mereka guna berbagi dengan para pengguna media sosial twitter. Selama ini saya melihat kebanyakan pengguna WordPress (pada hosting sendiri) memanfaatkan pelbagai pengaya yang bisa membantu.

Tentu saja pengaya akan memperbesar ukuran berkas yang terpasang di server, dan memberikan beban lebih banyak pada performa blog – lha, setidaknya begitu yang saya dengar.

Maka saya mencoba melihat opsi lain yang bisa digunakan. Hingga saya tiba di halaman panduan resmi membuat tombol berbagi ke twitter (twitter.com/goodies/tweetbutton). Sebagai pemula, saya merasa dipandu dengan baik pada halaman tersebut. Dengan memberikan pilihan terhadap beberapa setelan yang diajukan, sistem akan membuatkan kita kode HTML yang bisa disalin ke baris-baris dokumen PHP pada halaman blog yang kita inginkan.

Misalnya saja dengan menggunakan kode berikut:

<a href="http://twitter.com/share" class="twitter-share-button" data-count="none" data-via="haridiva">Tweet</a>http://a%20href=

Maka saya akan mendapatkan sebuah tombol mungil berikut:

http://platform.twitter.com/widgets.js

Saya memilih bentuk ini karena sederhana, dan ukurannya yang kecil bisa ditempatkan di pojok manapun tanpa terlalu menyolok. Tentu saja pengguna bisa menambahkan pilihan lain, misalnya seperti tampilan jumlah yang sudah membagi tulisan terkait di twitter – namun saya tidak menggunakannya karena saya tidak melihat fungsi yang cukup bermanfaat baik di sisi admin maupun pengguna.

Saya juga tidak memasangnya pada setelan untuk peramban ponsel, karena saya rasa pengguna ponsel tidak memerlukannya.

Saya rasa aplikasi serupa juga bisa digunakan di pelbagai mesin blog lainnya atau pun pada CMS yang berkesuaian.

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Diabetes Mengancam Penglihatan: Mengenal Retinopati Diabetik
    Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.
  • Ketika Diabetes Menjadi Kegawatdaruratan: Mengenal Ketoasidosis Diabetik
    Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
  • Bukan Sekadar Pikun: Menyimak Pedoman Nasional Tata Laksana Demensia 2026
    Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
  • Satu Kali Kejang, Lalu Apa? Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Epilepsi Dewasa 2026
    Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
  • Sang Peniru Ulung yang Bisa Diobati: Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Sifilis
    Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

22 tanggapan

  1. Avatar satrya
    satrya

    Bisa juga manual seperti kata mas ardi, namun harus menmabah sedikit code di functions.php , code untuk pemndek URL nya 😀 , baik fungsi untuk tinyurl atau bit.ly 😀

  2. Avatar Cahya

    Mas Jarwadi,

    Kalau di wordpes.com rasanya sudah terintegrasi, tapi saya kurang tahu kalau di postereus – sudah lama ndak menggunakannya.

  3. Avatar jarwadi

    Sepertinya boleh juga noh, di coba

  4. Avatar Cahya

    Mas Pushandaka,

    Saya hanya pemula, biasa saya menulis ini untuk catatan sendiri saja, sekaligus mengarsip seputar apa yang pernah saya pelajari tentang blog.

    Twitter ndak begitu perlu toh Bli Gung? Saya hanya membuat agar tidak dibajak oleh orang lain, gawat kan nanti ada yang buat akun atas nama kita :(.

  5. Avatar Agung Pushandaka
    Agung Pushandaka

    Hmmm mas, banyak banget tips yang anda bagi di blog ini. Tapi jadi mentok di saya karena daya jelajah saya di dunia maya kurang banget. Sampai sekarang, saya blum tertarik untuk punya akun twitter.

  6. Avatar Cahya

    Wah, Om Dadang tumben-tumbennya mampir ke sini lagi 🙂

  7. Avatar Vulkanis
    Vulkanis

    Langsung dicoba Bos..

  8. Avatar Cahya

    Mas Ardianzzz,

    Memang jika secara manual dibuat akan terbentur dengan pemendek URL-nya, saya sebenarnya lebih suka menyerahkan pemendek URL pada layanan seperti bit.ly dibandingkan bawaan Twitter.

    Pak Huang,

    He he…, saya lebih suka Plurk :).

  9. Avatar ArdianZzZ

    Sebenarnya tweet button bisa dibuat secara manual dengan link biasa. Masalahnya terkadang URL situs terlalu panjang sehingga perlu integrasi dengan pemendek URL.

    di TxP terdapat plugin semacam itu, jadi tidak begitu masalah. 🙂

  10. Avatar - H -
    – H –

    saya lihat juga bli lebih enakan twitter sekarang mainnya.. tuit tuit 😀

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca