Mari kita buat ini menjadi singkat; Conky Manager adalah salah satu aplikasi populer di kalangan pengguna Linux yang gemar mengolah apa yang disebut “desktop art” dengan menambahkan conky ke dalam desktop sehingga tampak menjadi cantik. Hanya saja, conky asalinya seperti sebuah bijih besi, jika tidak diolah dengan baik, maka tidak akan menampilkan keindahan yang diharapkan. Oleh karena itu aplikasi Conky Manajer hadir untuk mempermudah kita mengolah conky.
Permasalahannya adalah, di halaman resmi Conky Manager, di sana hanya ada berkas DEB, tidak ada berkas RPM bagi pengguna openSUSE atau Fedora. Tentu saja pengguna berpengalaman tidak akan menemukan kesulitan menjadikan berkas DEB ke dalam bentuk RPM. Tapi mungkin itu jalan panjang bagi saya.
Tampilan Conky Manager. Sumber: teejeetech.in
Untuk mengatasi hal ini, komunitas openSUSE (kebetulan) memiliki kontributor yang sudah menyediakan conky manajer melalui repositori OBS.
Di sana sudah disediakan paket 1-click-install untuk memasang Conky Manager. Anda bisa menggunakan fitur tersebut atau menambahkan repostori dan memasang secara manual dengan perintah yang sesuai, misalnya saya pengguna edisi Tumbleweed akan menambahkan repositori dengan perintah:
Jika mengalami kesulitan memasang berkas aplikasi Conky Manager yang cukup besar, bisa memasang dependensinya terlebih dahulu, dengan perintah:
zypper in conky hddtemp libgee2 sensors
Baru kemudian memasang Conky Manager, baik dengan perintah terminal seperti di atas, maupun mengunduh dulu paket binari RPM yang sesuai dengan sistem Anda, lalu memasangnya dengan menggunakan manajer paket milik openSUSE secara luring.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan