A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Mari kita buat ini menjadi singkat; Conky Manager adalah salah satu aplikasi populer di kalangan pengguna Linux yang gemar mengolah apa yang disebut “desktop art” dengan menambahkan conky ke dalam desktop sehingga tampak menjadi cantik. Hanya saja, conky asalinya seperti sebuah bijih besi, jika tidak diolah dengan baik, maka tidak akan menampilkan keindahan yang diharapkan. Oleh karena itu aplikasi Conky Manajer hadir untuk mempermudah kita mengolah conky.

Permasalahannya adalah, di halaman resmi Conky Manager, di sana hanya ada berkas DEB, tidak ada berkas RPM bagi pengguna openSUSE atau Fedora. Tentu saja pengguna berpengalaman tidak akan menemukan kesulitan menjadikan berkas DEB ke dalam bentuk RPM. Tapi mungkin itu jalan panjang bagi saya.

Conky Manager
Tampilan Conky Manager. Sumber: teejeetech.in

Untuk mengatasi hal ini, komunitas openSUSE (kebetulan) memiliki kontributor yang sudah menyediakan conky manajer melalui repositori OBS.

Silakan mengakses via: Install package home:DarkSS / conky-manager.

Di sana sudah disediakan paket 1-click-install untuk memasang Conky Manager. Anda bisa menggunakan fitur tersebut atau menambahkan repostori dan memasang secara manual dengan perintah yang sesuai, misalnya saya pengguna edisi Tumbleweed akan menambahkan repositori dengan perintah:

zypper addrepo http://download.opensuse.org/repositories/home:DarkSS/openSUSE_Tumbleweed/home:DarkSS.repo

Lalu menyegarkan repostori dengan perintah:

zypper refresh

Terakhir memasang aplikasi dengan perintah:

zypper in conky-manager

Jika mengalami kesulitan memasang berkas aplikasi Conky Manager yang cukup besar, bisa memasang dependensinya terlebih dahulu, dengan perintah:

zypper in conky hddtemp libgee2 sensors

Baru kemudian memasang Conky Manager, baik dengan perintah terminal seperti di atas, maupun mengunduh dulu paket binari RPM yang sesuai dengan sistem Anda, lalu memasangnya dengan menggunakan manajer paket milik openSUSE secara luring.

Selamat mencoba, dan semoga berhasil.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

6 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    baru nyoba berkreasi dengan 2 conky hehehe … belom baca manual … semoga bisa lebih dari yg default

    1. Avatar Cahya

      Oke, nanti saya baca panduan jadinya dari ahlinya kalau sudah bisa ya ????

  2. Avatar gadgetboi

    mana hasil kreasinya bli? 😀

    1. Avatar Cahya

      Laptopnya lagi mogok Mas. HDD ndak ke deteksi di menu boot bios, padahal di menu hdd bios ada.

      1. Avatar gadgetboi

        wah .. harus di flash lagi gitu firmware-nya? 😀

      2. Avatar Cahya

        Ha ha… Entah lah… bawa ke service center saja… ????
        23 Des 2014 11.11, “Disqus” menulis:

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca