A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Jika Anda pernah membaca novel ‘Le Petit Prince’ karya Antoine de Saint-Exupery, maka film ini akan membawa imajinasi kita ke dalam novel tersebut. Tentu saja film The Little Prince merupakan adaptasi dari novel yang sudah diterjemahkan ke dalam lebih dari 180 bahasa itu. Di samping kisahnya yang sederhana, saya menyukai kisahnya yang penuh inspirasi.

Sebagai penulis, kisah-kisah sederhana adalah sesuatu yang renyah dikunyah oleh semua golongan masyarakat dan mengena cita rasanya hingga ke relung sanubari. Mungkin itulah yang ditawarkan novel-novel sederhana seperti Le Petit Prince ini.

http://www.imdb.com/title/tt1754656/

Bayangkan jika Anda adalah seorang anak kecil yang hidup di antara dunia orang dewasa. Diajarkan untuk menjadi yang ‘terbaik’ di antara yang ‘terbaik’ – dengan rencana masa depan yang sudah ditentukan dan ditargetkan untuk dapat tercapai.

Anda akan tumbuh menjadi seorang dewasa yang sudah didesain oleh pendahulu-pendahulu Anda dalam sebuah rangkaian rutinitas yang tak pupus oleh waktu.

Film The Little Prince menunjukkan kisah ini, seorang gadis kecil yang diasuh oleh ibunya, karena sang ayah terlalu sibuk bekerja. Ditargetkan untuk masuk sekolah terbaik, dalam usaha terbaik. Tapi ia tidak bisa menjawab pertanyaan akan ‘dia ingin menjadi apa ketika tumbuh dewasa nanti?’

Pertanyaan itu mungkin terdengar sederhana, namun banyak orang yang tidak menyadarinya. Anak-anak ingin tumbuh besar menjadi orang hebat, dokter, pilot, tentara, insinyur, dan lain sebagainya. Dan itu adalah mimpi yang indah, sebelum mereka masuk ke dalam bangku sekolah dan dijejal oleh mata pelajaran dan kurikulum yang lebih padat daripada tanah liang lahat, belum ditambah tekanan harapan orang tua, dan ancaman akan bencana jika dia sampai gagal.

Mimpi itu pelan-pelan sirna di dalam pelbagai tekanan ini, dan tumbuh menjadi orang dewasa yang lupa melihat – bahwa hal yang paling berharga adalah hal yang tak kasat mata, hanya mata hati yang mampu menemukannya. Kita tumbuh menjadi orang dewasa yang mengejar target, namun kita lupa untuk hidup ‘seutuhnya’.

Ini adalah pesan yang berani sekaligus lugu yang tersirat dalam film The Little Prince.

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Diabetes Mengancam Penglihatan: Mengenal Retinopati Diabetik
    Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.
  • Ketika Diabetes Menjadi Kegawatdaruratan: Mengenal Ketoasidosis Diabetik
    Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
  • Bukan Sekadar Pikun: Menyimak Pedoman Nasional Tata Laksana Demensia 2026
    Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
  • Satu Kali Kejang, Lalu Apa? Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Epilepsi Dewasa 2026
    Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
  • Sang Peniru Ulung yang Bisa Diobati: Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Sifilis
    Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca