A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Desktop Gnome memiliki pembaca berkas bentuk portabel (PDF – Portabel Data Format) yang dikenal sebagai Evince. Saya suka karena Evince sederhana, namun entah mengapa ada sesuatu yang terasa kurang, misalnya Evince kadang tersendat-sendat. Beberapa mengatakan, Evince memang demikian, tentu saja pembanding mereka biasanya adalah MuPDF yang memang terkenal ringan dan kencang. Lalu apa ada alternatif lain? Saya berpikir mencoba Foxit Reader versi gratis untuk Linux.

Versi gratis Foxit Reader tersedia di halaman resmi mereka, tinggal pilih mengunduh, situs mereka akan mengarahkan pada versi yang sesuai (misalnya Linux 64-bit).

Perlu digaris-bawahi bahwa saya menggunakan openSUSE Leap 64-bit untuk Gnome ini. Tidak ada berkas pemasangan bentuk DEB ataupun RPM yang disediakan oleh Foxit, hanya sebuah berkas RUN yang diarsip ke dalam bentuk TAR.GZ.

Ketika berkas pemasangan berjenis RUN sudah dikeluarkan (ekstraksi), maka tinggal dijalankan dan Foxit Reader akan terpasang dengan sendirinya. Mekanisme ini mirip seperti memasang perangkat lunak di Windows.

Foxit Reader pada Linux
Tampilan Foxit Reader pada Desktop Gnome

Dari segi fitur yang ditawarkan (sebagai penampil dokumen bentuk PDF), saya tidak banyak melihat alasan mengapa Foxit Reader bisa menggantikan Evince – karena aktivitas utama saya kebanyakan hanya membuka dan mengulas berkas-berkas dalam bentuk PDF.

Sebenarnya saya ingin produk yang benar-benar terintegrasi dalam dekstop Gnome, misalnya mampu mengisi sisi layar terpisah (split screen) dengan otomatis. Hanya saja, baik Evince dan Foxit Reader, keduanya tidak mampu untuk itu.

Sisi baiknya adalah, font rending oleh Foxit Reader sepertinya lebih ramah di mata pengguna dibandingkan dengan Evince. Di sisi ini, ya saya akan memilih Foxit Reader – walau merupakan produk proprietary. Bagi mereka yang sering membuka dan mengakses berkas PDF di desktop Linux, maka saya bisa katakan Foxit Reader layak dijadikan salah satu aplikasi alternatif.

Artikel Baru Terbit

  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
  • Ketika Muntah Datang Seperti Badai yang Terjadwal: Mengenal Cyclic Vomiting Syndrome
    Muntah hebat yang datang berulang lalu hilang seolah tak pernah terjadi—inilah wajah cyclic vomiting syndrome, gangguan interaksi otak-usus yang sering disalahpahami sebagai gastroenteritis biasa. Artikel ini mengulas patofisiologi, kriteria diagnosis Rome IV, pembaruan pedoman NASPGHAN 2025, serta tata laksana berbasis bukti terkini bagi klinisi di layanan primer maupun rujukan.
  • Demo Besar 27 Agustus 2026: Apa yang Perlu Dicermati Pelaku Bursa Saham dalam Jangka Pendek
    Besok, 27 Agustus 2026, Jakarta akan menggadakan unjuk rasa besar oleh berbagai aliansi. Tuntutan termasuk pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan. Aksi ini dapat mempengaruhi IHSG dan rupiah, dengan proyeksi pergerakan cenderung sideways dalam beberapa hari ke depan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    dulu juga zaman XP lebih suka foxit karena adobe selain makan resource, juga hobinya update hehehe … zaman fakir benwit menggunakan app banyak lubang keamanan itu melelahkan. foxit juga menemani saya ketika belum menggunakan android. karena cuman foxit yang mensupport symbian UIQ3 punya sonny ericsson W950 dan M610i saya 😀 … sekarang malah saya lebih suka sumatra untuk di windows LOL … kalau untuk di Linux hanya mengandalkan default …

    1. Avatar Cahya

      Kenapa lebih memilih Sumatra Om?

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca