A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Jika ada karya yang selalu memikat hati dan menyentak emosi, maka karya Makoto Shinkai adalah yang akan saya tunggu-tunggu. Setelah berlalu dalam sejumlah kesibukan, film animasi/anime Kimi No Na Wa (Your Name) akhirnya saya tuntaskan juga dengan ditemani sejumlah kudapan resmi nonton film animasi.

Film sebelumnya “The Garden of Words” mungkin sudah tidak asing bagi penggemar karya Makoto Shinkai dan juga kenangan oleh film animasi pendek berseri “She and Her Cats“. Dan kini, film animasi dengan nilai 9.x/10 hadir kembali dengan mengambil judul “Your Name”.

Ya, film ini sudah lama beredar, dan Anda mungkin sudah menontonnya. Saya hanya ‘gatal’ untuk menuliskannya di sini.

Two strangers find themselves linked in a bizarre way. When a connection forms, will distance be the only thing to keep them apart?

Ketika dua orang anak manusia menemukan bahwa mereka saling terhubung satu sama lain dengan talian yang penuh misteri dan terasa tidak nyata, akankah hubungan di antara mereka terbentuk, ataukah kenyataan menjadi sesuatu yang begitu pahit?

Sebagaimana cita rasa Shinkai – demikian saya menyebutnya. Film ini dimulai dengan banyak tanda tanya, dan diakhiri dengan “not a perfect ending, but the end couldn’t and musn’t be more perfect“.

Kejenakaan, kegembiraan, kesedihan, keputusasaan, serta harapan terbalut dan terjalin dalam sebuah misteri yang dihadirkan begitu apiknya. Mungkin inilah yang menjadi tema dan kekuatan cerita film animasi “Your Name”, yang dalam film disebut sebagai “Musubi”.

Hubungan manusia dan kehidupan begitu penuh misteri, demikian juga hubungan antara dua insan. Setidaknya dalam film ini, orang kadang diajak bergelut untuk melawan logika dan nalarnya sendiri untuk menemukan pintu dari misteri yang membatasi jiwanya.

Saya rasa, Shinkai berhasil merevolusi paradigma anime Jepang dengan karya-karyanya, dan menghasilkan sesuatu yang menjadi ‘santapan legendaris’ bagi penggemar anime.

Yang menarik dari “Your Name” mengingat merupakan salah satu karya Shinkai adalah, film ini memiliki akhir romans yang lebih ‘melegakan’ dibandingkan film-film sebelumnya, termasuk “5 cm per Second” yang dalam ingatan saya begitu menyayat hati. Tidak salah Shinkai menjadi salah satu seniman yang mampu ‘menguntai’ emosi pada penikmat karyanya.

Saya harap Anda sudah menyaksikan film ini, atau Anda melewatkan sesuatu yang benar-benar menarik.

Artikel Baru Terbit

  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
  • Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Ketika Antibodi Ibu Jadi Perisai Pertama Bayi
    Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
  • Guru di Garis Depan: Panduan Baru UNESCO, UNICEF, dan WHO untuk Menjaga Kesehatan Jiwa di Ruang Kelas
    Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
  • Ketika Si Kecil Tiba-Tiba Sering Haus dan Berat Badannya Turun: Mengenal Diabetes Melitus Tipe 1
    Diabetes melitus tipe 1 pada anak Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, namun tujuh dari sepuluh kasus baru terdiagnosis setelah jatuh ke ketoasidosis diabetikum. Artikel ini membahas patofisiologi, kriteria diagnosis, lima pilar pengelolaan, teknologi CGM, imunoterapi teplizumab, serta konteks jaminan BPJS Kesehatan bagi penyandang DMT1.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    get ready for the hollywood live action white-wash version 😝

    1. Avatar Cahya

      It may ruin the current image.

      1. Avatar gadgetboi

        @cahaya: speaking of hollywood live action. I see you haven’t write your thought on deathnote

      2. Avatar Cahya

        I am yet to watch it (two actually).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca