A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Beberapa waktu yang lalu, saya melakukan pesanan untuk produk refurbish Roku Streaming Stick+ yang mampu mendukung aliran multimedia daring hingga kualitas 4K. Hanya penasaran, dan kualitas refurbish juga mendapatkan banyak ulasan yang baik. Namun setelah mendapatkan produk ini, ternyata tidak semua seperti apa yang diharapkan.

wp-15327668235511043191381.jpg
Paket Roku dari Amazon, isi dan setelan di Samsung SmartTV,

Sebelum mencoba Roku, ada beberapa pilihan yang saya pertimbangkan. Misalnya adalah Google Chromecast Ultra dan Mi Box generasi kedua, yang keduanya adalah pendukung perangkat Android.

Namun untuk alasan penggunaan jangka panjang, dan biaya yang lebih hemat, saya memutuskan membeli produk refurbish dari toko daring Amazon. Pengirimannya memang lama, sekitar dua hingga tiga pekan, namun barang sampai dalam kondisi baik. Sedangkan produk baru bisa dilihat di situs resmi Roku.

Saya tidak memilih Chromecast, karena saya tidak bisa melakukan ‘cast’ jika jaringan yang digunakan adalah hotspot dari ponsel android saya sendiri. Tentunya harus ada media lain. Saya tidak memilih Mi Box karena harganya relatif mahal, walau tentunya ini seharusnya menjadi pilihan yang terbaik (dengan tentunya mempertimbangkan kemampuan streaming 4K Mi Box dikatakan tidak sebaik Roku Streaming Stick+).

Saat mencoba Roku untuk pertama kalinya, hampir tidak ada masalah, deteksi jaringan dan perangkat televisi yang digunakan bisa dilakukan secara otomatis. Kanal (channel) siaran juga ditampilkan dengan baik.

Tapi di tengah jalan, ada hal-hal yang tidak saya harapkan. Kanal-kanal esensial, misalnya Google Play Movie tidak tersedia. Ketika saya menghubungi pihak Roku, mereka tidak bisa menjelaskan penyebabnya, hanya meminta saya menghubungi pihak Google dan menanyakan apakah ada restriksi/pembatasan untuk kanal tersebut di wilayah saya. Karena saya terlalu malas untuk mengurus hal ini, saya biarkan saja, terus terang, forum Google sangat jarang bisa menyelesaikan masalah dengan memuaskan.

Namun kabar baiknya, ada aplikasi HOOQ bagi pengguna Telkomsel yang bisa dinikmati dari Roku.

Sayangnya, layanan lain seperti Iflix juga belum tersedia di Roku. Pihak Iflix sendiri sudah mendapatkan sejumlah permintaan untuk ini, namun sepertinya tidak akan terwujud dalam waktu dekat.

Yang baik dari produk ini, walau refurbish namun kualitasnya tetap OK, dan saya bisa melakukan tautan ke akun resmi Roku. Dukungan kualitas 4K, tapi siapa yang akan menggunakan streaming 4K tanpa dedicated internet access, dan tampaknya jaringan 4G Telkomsel-pun tidak cukup kuat menghadirkan kualitas ini. Sangat mudah dipasang, hanya memerlukan fitur konektivitas HDMI dan sebuah port USB yang bisa mengisi daya (biasanya untuk HDD).

Yang buruk untuk produk ini adalah, tidak semua layanan tersedia di Indonesia. Beberapa layanan populer justru tidak tersedia. Seperti berlangganan Prime Video, namun tidak semua bisa ditonton di Indonesia. Mungkin karena Roku memang tidak memiliki fokus pasar di Indonesia, dan mungkin penyedia kanal tidak menemukan kesepakatan menjadikannya kanal Internasional.

Misalnya aplikasi Google Play Movie tersedia di Samsung Smart TV yang dijual di Indonesia, dan bisa diakses di Indonesia, namun tidak bisa diakses dengan menggunakan perangkat Roku yang dipakai di Indonesia.

Haruskah Roku direkomendasikan? Saya rasa tidak untuk kebanyakan orang. Tapi bagi mereka yang suka bepergian ke luar negeri dan tidak bisa lepas dari layanan streaming, Roku mungkin pas untuk saku mereka. Sedangkan untuk di dalam negeri, mungkin lebih pas menggunakan Smart TV atau perangkat seperti Google Chromecast atau Android TV Box.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

7 tanggapan

  1. […] bukan Mi TV Stick? Alasan yang sama ketika saya memilih Roku Streaming Stick dulu. Mi Box S sudah mendukung siaran 4K, sementara Mi TV Stick saat ini baru mendukung sampai HD. […]

  2. Avatar Alan
    Alan

    Hallo. Apa harus menggunakan VPN utk streaming roku di Indonesia?

    1. Avatar ꦕꦃꦪꦭꦼꦒꦮ

      Pagi, untuk menikmati siaran, Roku tidak memerlukan VPN, namun beberapa siaran/kanal memang tidak bisa diakses jika akun pengguna berasal dari negara yang terkena pembatasan siaran/kanal. Misalnya, saya pakai akun yang menyatakan bahwa saya adalah warga Indonesia, maka nanti dalam daftar siaran, saya bisa menonton HOOQ, tapi saya tidak bisa menonton Google Play Film yang dibatasi oleh wilayah. Tapi karena saya tidak memiliki VPN Router, saya belum bisa bilang apakah dengan VPN pembatasan ini akan terbuka atau tidak.

      1. Avatar Alan
        Alan

        Terima kasih utk penjelasannya. Jadi menggunakan koneksi wifi dari First Media pun bisa?

      2. Avatar ꦕꦃꦪꦭꦼꦒꦮ

        Seharusnya bisa, saya bisa pakai Telkom dan Indosat.

  3. Avatar Raka
    Raka

    Bisa kok google play movie dll. Syaratnya menggunakan akun roku yg di create menggunakan IP US. Cm syangnya klo pke akun ini. Chanel hooq jadi ga muncul.

    1. Avatar ꦕꦃꦪꦭꦼꦒꦮ

      Makasih infonya Raka, iya kemarin saya pas buat memang menggunakan negara dan IP di Indonesia. 😁

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca