A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Layanan “video streaming” semakin populer belakangan ini, dan banyak penyedia layanan internet seluler menyediakan paket data khusus bagi mereka yang yang ingin berlangganan “video streaming“. Saya mencoba menggunakan salah satu layanan, yaitu iflix (saya rasa memang huruf ‘i’ paling depan tidak ditulis kapital). Mungkin karena biaya per tahun yang murah ditawarkan oleh penyedia jasa ini.

Capture

Setelah kurang lebih sebulan mencoba iflix, ada beberapa hal yang bisa saya komentari. Pertama layanan ini cukup ramah pengguna, menu yang diberikan tidak menyulitkan, dan mencari judul tayangan yang kita inginkan juga tidak sulit. Sempat memang mendapatkan gratis sebulan penggunaan, namun karena saya memang jarang di rumah, maka saya jarang menikmati layanan ini.

Akhirnya, layanan saya perpanjang sekalian satu tahun.

Ada banyak tayangan yang bisa dilihat di sini, mulai dari film, serial televisi, hingga dokumenter (baik olahraga, maupun lainnya). Negara asal tayangan beragam, namun kebanyakan Asia, seperti Indonesia, Malaysia, Korea, India, Filipina, Thailand, dan lainnya.

Produk Hollywood hanya tampak beberapa, dan tidak banyak pembaruan judul film populer di sini. Misalnya film layar lebar “Men of Steel” yang sudah hadir hampir lima tahun lalu, baru ditambahkan di iflix, entah memang belum pernah tampil atau ditayangkan ulang, saya sendiri kurang tahu. Sehingga mereka yang berharap produk Hollywood segera tayang di iflix, mungkin agak kecewa.

Bagi penggemar anime, di iflix juga ada, namun tentu saja yang sepertinya bisa masuk pasar Internasional, dan jumlahnya juga terbatas, setidaknya ada.

Sebenarnya saya berharap ada fitur penilaian (rating) disertakan dari situs-situs populer, seperti IMDB atau Rotten Tomatoes untuk tayangan di iflix, sehingga saya tidak harus menelusuri sendiri penilaian dan resensi tayangan. Kan tidak mungkin juga bagi saya menghabiskan waktu menonton semua tayangan itu, paling hanya dipilih mana yang menarik.

Data yang dihabiskan untuk menikmati layanan iflix juga cukup lumayan. Sekitar 500 MB per jam tayang melalui aplikasi di SmartTV dengan kualitas HD (sebenarnya televisi saya mendukung 4K UHD, dan saya belum pernah menikmati langsung kualitas 4K UHD di televisi itu seperti apa, tapi saya rasa kualitas tayangan iflix tidak mencapai itu, karena tampilan tayangan berkualitas 1920 x 1080 pi ala FHD jauh lebih jernih). Kualitas ini cukup nyaman untuk ditonton, dan dukungan subtitel berbahasa Indonesia tentunya.

Untuk data sebesar 10 – 11 GB, kita bisa menonton selama 20 jam. Terlihat sedikit, namun itu sekitar 5 buah film bioskop dengan durasi rata-rata dua jam per film. Harga paket data senilai dengan itu sekitar Rp 100.000,00, lumayan dengan anggaran itu dapat menyaksikan film bioskop sendiri di rumah (tentu dengan cita rasa yang tidak sebaik bioskop).

Sebenarnya aplikasi iflix di Android juga punya fitur menyimpan dulu, baru ditonton kemudian, sayangnya saya belum pernah mencoba memanfaatkan fitur ini, dan saya belum bisa memberikan komentar.

Jika Anda menyukai menonton film, namun tidak ingin diganggu iklan, dan memiliki anggaran yang minimal, maka iflix bisa menjadi solusi. Tentu saja layanan dari penyedia lain tetap layak dilirik.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca