A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Semua penyedia layanan surat elektronik (surel/email) memiliki batasan besar berkas (file) yang bisa dilekatkan pada lampiran (attachment), jika pembatasan ini tidak lakukan, maka kita bisa menghabiskan banyak waktu hanya untuk menerima satu surat elektronik lengkap, dan menghambat sinkronisasi seluruh kotak surat kita. Sedemikian hingga masing-masing penyedia jasa surat elektronik memiliki pembatasan sendiri seperti AOL (25 MB), Gmail (25 MB), Outlook.com (10 MB), YahooMail (25 MB), Mail.com (50 MB).

Untuk mengirim berkas ukuran kecil, seperti dokumen, presentasi, satu atau tiga buah berkas gambar/foto, mungkin ukuran 10 MB – 25 MB sudah lebih dari cukup. Namun bagaimana jika berkas yang hendak dikirim melalui surat elektronik melebihi itu, misalnya sebesar 1 GB? Dan tidak akan mungkin data sebesar itu Anda akan kirim melalui perpesanan seperti Whatsapp atau Telegram bukan?

Kebanyakan orang mungkin akan bilang, “ayo ketemuan saja, nanti transfer lewat USB flashdisk.”

Jika kebetulan Anda teman sekantor, tinggal dekat, mudah ketemuan, tentu tidak masalah bukan. Tapi bagaimana jika berkas harus dikirim segera? Pakai GO SEND atau Paket Kilat? Itu ide yang baik, tapi berapa biayanya?

Bagi yang memiliki akun Gmail, berkas berukuran besar akan otomatis dikonversi menjadi berkas awan (cloud file) dan disimpan untuk dikirim dalam bentuk tautan (link) Google Drive1. Sementara layanan lain tetap menyarankan sebagaimana yang disarankan oleh banyak pemberi solusi; Outlook misalnya menyarankan melakukan pengiriman via layanan awan (cloud service), kompresi berkas, atau kompresi ukuran gambar (jika mengirim gambar)2.

Intinya, layanan ketiga diperlukan untuk mengangkut berkas berukuran besar lewat surat elektronik.

Solusi yang pertama adalah menggunakan layanan penyimpanan awan (cloud drive) yang banyak disediakan secara gratis, seperti Dropbox, OneDrive, dan Google Drive. Saya sendiri pengguna OneDrive setelah beralih dari Dropbox tahun yang lalu. Ada juga layanan lain seperti Mega cs, yang bersifat sebagai penitipan berkas. Pengguna produk Apple dapat memanfaatkan layanan bawaan perangkat Apple, yaitu iCloud.

Layanan gratis di atas sangat membantu banyak orang untuk berbagi berkas berukuran besar tidak saja melalui surat elektronik, namun juga jejaring komunikasi elektronik lainnya. Menggunakan layanan mereka secara gratis hanya memerlukan beberapa tahapan sederhana:

  1. Mendaftar/membuat akun di layanan yang dipilih;
  2. Mengunggah berkas;
  3. Mendapatkan tautan berbagi berkas yang telah diunggah;
  4. Menyalin dan mengirim tautan berbagi ke tujuan, baik melalui surat elektronik atau metode lainnya.

Kelemahan metode ini adalah keterbatasan jumlah berkas yang bisa ‘dititipkan’ pada masing-masing layanan (pada versi gratis). Misalnya saja, mereka yang menggunakan Gmail pada awalnya tidak akan menemukan kendala mengirimkan berkas berukuran besar ketika lampiran secara otomatis dikelola oleh Google Drive; tidak lama kemudian akan muncul peringatan kapasitas penyimpanan yang penuh, karena keterbatasan ‘jatah’ penyimpanan.

Isu serupa juga memengaruhi hampir semua layanan, kecuali beberapa. Salah satu layanan yang tidak terpengaruh oleh keterbatasan ini adalah layanan WeTransfer.

WeTransfer versi gratis memberikan kemampuan mengirim berkas sampai ketiga penerima surat elektronik sekaligus dengan ukuran berkas lampiran hingga 2 GB. Versi berbayar memberikan kemampuan mengirim lampiran hingga 20 GB dengan dilengkapi masa kedaluwarsa dan kata sandi untuk melindungi berkas (fitur sejenis juga dimiliki oleh OneDrive).

Alternatif lain seperti WeTransfer bisa menggunakan layanan SendGB, yang memiliki fitur penghancur berkar (ketika telah diunduh oleh penerima), serta pilihan memakai sandi atau tidak. SendGB dapat mengirim (secara gratis) kepada 20 penerima sekaligus, dengan masing-masing besar data berkas hingga 4 GB tanpa perlu mendaftarkan akun. Berkas akan tersimpan pada peladen SendGB selama kurang lebih seminggu sebelum dihancurkan secara otomatis.

Sementara itu, FileTransfer.io memberikan penawaran pengiriman berkas hingga 6 GB dan waktu penyimpanan di peladen hingga 21 hari. Layanan ini juga menawarkan biaya berlangganan yang ‘katanya’ terjangkau untuk membantu mengirim berkas berukuran lebih besar. Layanan lain yang juga bisa dipertimbangkan adalah Send Anywhere & Firefox Send dengan keterbatasan mereka masing-masing.

Apabila berkas yang dikirim berupa berkas audiovisual, seperti video, maka YouTube bisa menjadi pilihan yang baik. YouTube memiliki opsi privasi dan mengatur siapa saja yang bisa melihat video tersebut; keterbatasan tentu saja pengirim dan penerima harus memiliki dan melalui akun Google.

Di antara pilihan-pilihan tersebut, yang mana yang sudah Anda gunakan?

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

10 tanggapan

  1. […] dan kemudian tautan unduhannya dikirimkan ke penerima. Ada beberapa pilihan populer yang pernah saya tulis sebelumnya. Tapi kini kita bahas yang khusus melalui pengguna Thunderbird, baik di Windows, Mac, maupun […]

  2. […] Pun mengirim berkas melalui surat elektronik, kita memiliki pilihan mengirimkan tautan berkas yang telah disimpan di pencadangan awan (cloud storage). Kompresi sekarang tidak terlalu bermakna ketika ada sejumlah layanan untuk mengirim berkas berukuran besar lewat surat elektronik. […]

  3. Avatar Layangseta

    ooh gitu ya mas,
    Google Drive saya malah udah penuh tuh, he he

    1. Avatar ꦕꦃꦪꦭꦼꦒꦮ

      Kalau penuh, tingkatkan ke G-suite Mas 😆.

      1. Avatar Layangseta

        gak mau saya kalau yang bayar-bayar

      2. Avatar ꦕꦃꦪꦭꦼꦒꦮ

        Kalau kebutuhan memang tidak besar banget, yang gratis juga sudah lebih dari mencukupi Mas. Asal tidak sering juga menerima berkas dalam ukuran besar. 😊

      3. Avatar Layangseta

        biasanya saya pecah pecah aja mas, macam download film aja

      4. Avatar ꦕꦃꦪꦭꦼꦒꦮ

        Dikompresi dan kemudian dibagi/pecah ke beberapa bagian juga bisa. Yang penting sampai Mas. Saya juga dulu begitu sebelum ada layanan yang bisa membantu untuk hal-hal seperti ini. Hehe jadi teringat masa lalu.

      5. Avatar Layangseta

        hanya memakai winrar mas, karena itu yang paling umum dipakai komputer, emang jadul sih..ha ha..tapi mau gimana lagi, temen saya old school semua

      6. Avatar ꦕꦃꦪꦭꦼꦒꦮ

        WinRAR bagus kok, tapi saya tidak pakai itu biasanya. Format saya pakai .tar yang disukai, walau kadang kalau terima ‘paket’ juga ada pakai .rar 😁

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca