A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Apakah pernah berpikir untuk memasang (sistem operasi) Android yang biasanya ada di dalam ponsel pintar kita ke dalam komputer atau laptop atau macbook yang kita punya? Kita semuanya bisa mudah dilakukan dengan menggunakan Remix OS for PC.

Dibangun pada proyek Android-x86, maka Remix OS bisa digunakan hampir di semua sistem komputer yang ada saat ini, baik komputer lama maupun baru. Persyaratannya tentu saya menggunakan komputer/notebook berbasis Intel™ di dalamnya.

Anda bisa menggunakan komputer lama untuk menjalankan Android dengan lebih kencang dibandingkan kebanyakan ponsel pintar, dengan jutaan aplikasi dari Google Play di dalamnya.

Pengguna bisa memilih, apakah akan memasang Remix OS pada komputer, dan apakah hanya akan menggunakannya via USB Flash Disk. Pada pilihan pertama, kita akan memiliki komputer pribadi dengan android berjalan di atasnya. Dan pada pilihan kedua, kita bisa membawa sistem operasi portabel di dalam USB FlashDisk dan menggunakannya di mana pun di komputer publik yang kita inginkan, seperti warnet, kampus, sekolah, atau kantor – sehingga kita bisa mengelola dokumen pribadi kita di dalamnya.

Ini mungkin akan membuat laptop kita menjadi seperti laptop canggih Google Chromebook. Hanya saja, jika kita memasangnya pada laptop dengan prosesor intel generasi keenam yang kencang, bisa dibayangkan bahkan performanya akan mengungguli smartphone elit seperti Samsung Galaxy S5/6.

Jika Anda berminat mencoba sistem operasi ini, silakan langsung menuju halaman resmi1 untuk segera mengunduhnya2. Oleh karena saya sendiri belum mencobanya, maka saya belum bisa berkomentar banyak. Jika Anda sudah mencobanya, silakan beri pendapat Anda.


  1. Official Page: http://cn.jide.com/remixos-player 
  2. Fosshub: https://www.fosshub.com/Remix-OS.html 

Artikel Baru Terbit

  • Ketika Diabetes Menjadi Kegawatdaruratan: Mengenal Ketoasidosis Diabetik
    Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
  • Bukan Sekadar Pikun: Menyimak Pedoman Nasional Tata Laksana Demensia 2026
    Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
  • Satu Kali Kejang, Lalu Apa? Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Epilepsi Dewasa 2026
    Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
  • Sang Peniru Ulung yang Bisa Diobati: Membaca Pedoman Nasional Tata Laksana Sifilis
    Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.
  • Sebelum Kelas Pertama Dibuka: Cara Kemenkes Menimbang Program Studi Kesehatan Baru
    Keputusan Menteri Kesehatan 294/2026 mengatur syarat rekomendasi untuk membuka program studi kesehatan baru, mencakup kajian kesesuaian dengan kebutuhan tenaga kesehatan, kerja sama dengan fasilitas terakreditasi, dan penjaminan mutu. Tujuan utama adalah menyeimbangkan jumlah lulusan dengan kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan pemerataan tenaga medis.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

9 tanggapan

  1. Avatar gadgetboi

    menanti versi stabilnya …

    1. Avatar Cahya

      Eeee … sejak kapan Mas Rangga berburu versi stabil? Ndak seru kalau hidup itu ndak naik turun loh Mas.

      1. Avatar gadgetboi

        hahaha … semenjak update windows 10 yg menyebalkan … UEFI pain in the ass banget … ini rada ragu mau install Opensuse, setelah Manjaro Gagal Booting …

        oiya Bli, bagaimana Opensuse sekarang? ini udah selesai sih donlot … tapi mau di install engga nya tunggu kepastian apakah aman dia dengan linux dan windows 10 …

      2. Avatar Cahya

        He he… Saya sudah ndak main dual-boot lagi Mas. Cuma pakai Windows atau pakai Linux. Sehingga saya belum coba buat dual-boot ke Windows 10.

        Memang sejak zaman secure boot, enaknya main dengan OS tunggal kalau mau digunakan buat produksi.

      3. Avatar gadgetboi

        itu laptop tua kembali beraksi?

      4. Avatar Cahya

        Lah, adanya cuma itu je…

      5. Avatar gadgetboi

        lah .. bukannya ada 2? yg acer sama asus bukan?

      6. Avatar Cahya

        Maksudnya yang non-UEFI Mas. Yang masih potensial dilakukan dualboot tanpa masalah.

      7. Avatar gadgetboi

        sukses juga akhirnya 😀 … multiboot sama wincrot … aplikasi favorite bisa di install semua. kayaknya arch lebih “luwes” daripada OpenSUSE dan Debian sekalipun yah .. pantes rekomended by Linus …

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca